BRI Syariah dan BRI Agro Perkuat Modal

Agen Bola Terpercaya Jakarta – Dua anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), yakni PT Bank BRI Syariah dan PT BRI Agroniaga Tbk memperkuat permodalan melalui pendanaan di pasar modal. BRI Syariah tengah menerbitkan sukuk subordinasi sebesar Rp 1 triliun dan berencana menerbitkan saham perdana ( initial public offering /IPO) sebesar Rp 1 triliun pada 2018. Sementara itu, BRI Agro akan melakukan penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HEMTD) atau rights issue tahun ini sebesar Rp 500 miliar. “BRI Syariah dengan menerbitkan sukuk subordinasi Rp 1 triliun ini, maka CAR ( capital adequacy ratio ) akan berada di atas 21%. untuk BRI Agro, tahun ini selain meningkatkan CAR, kami ingin menambah pemegang saham publik dengan rights issue Rp 500 miliar tahun ini,” kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Jakarta, Rabu (12/10). Menurut Haru, dengan rights issue , CAR BRI Agro ditargetkan dapat berada di atas 20%. Adapun total modal BRI Agro hingga pertengahan tahun ini Rp 1,45 triliun dengan modal inti sebesar Rp 1,38 trilun dan CAR 19,64%. Dengan rights issue , kata Haru, porsi pemegang saham publik diharapkan meningkat menjadi 7,5% dari saat ini sebesar 3,67%, sedangkan porsi kepemilikan saham BRI turun menjadi 76% dari saat ini 87,23%. “Jadi porsi yang akan kami menyerap pada rights issue nanti tidak akan besar,” terang dia. BRI Agro telah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dan penerbitan waran seri II, dengan target masing-masing sebesar Rp 500 miliar dan Rp 1 triliun. Melalui penambahan modal di pasar modal, lanjut dia, modal kedua bank milik BRI tersebut memadai hingga tahun depan. Kendati demikian, Haru mengaku, jika tetap dibutuhkan, pihaknya siap menganggarkan tambahan modal pada kedua anak usaha tersebut. “Penerbitan sukuk BRI Syariah nanti masuk tier 2, kemudian kan amortisasi, self generating dari perolehan laba untuk tier 1, jadi lebih mandiri. Tapi kalau pun masih dibutuhkan tambahan modal, kami siap dukung,” ungkap Haru. Sementara itu, Direktur Utama BRI Syariah Hadi Santoso menjelaskan, setelah memperkuat permodalan dengan menerbitkan sukuk mudharabah subordinasi sebesar Rp 1 triliun, pihaknya juga berencana untuk melakukan penawaran saham perdana ( initial public offering /IPO) pada 2018. “Kami ingin IPO pada 2018, minimal target dananya Rp 1 triliun. IPO akan menambah permodalan pada tier 1 (modal inti),” kata dia. Penerbitan sukuk mudharabah subordinasi akan meningkatkan komponen permodalan tier 2 (modal pelengkap) BRI Syariah, sehingga secara total CAR BRI Syariah meningkat dari 14,3% pada Juni 2016 menjadi 21,21%. Sementara itu, Direktur Ritel dan Komersial BRI Syariah Indra Praseno menambahkan, hingga September 2016, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 17,7 triliun dan diharapkan akan meningkat menjadi Rp 18,8 triliun. Komposisi penyaluran pembiayaan tetap dipertahankan, yakni 70% pembiayaan ke sektor ritel dan 30% komersial. “Kami memang butuh dukungan permodalan, karena tanpa itu kemampuan kami akan terbatas untuk memberikan pembiayaan. Ke depan kami juga ingin masuk ke pembiayaan-pembiayaan di sektor infrastruktur,” terang dia. Sejalan dengan peningkatan pembiayaan tersebut, BRI Syariah menargetkan laba hingga akhir tahun ini sebesar Rp 212 miliar, tumbuh sekitar 74% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 122 militar. Hingga akhir Juni 2016, laba perseroan mencapai Rp 90 militar, naik sekitar 50% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 60 miliar. Agustiyanti/THM Investor Daily

Sumber: BeritaSatu