Engelina Pattiasina: Perombakan Kabinet Harus Secepatnya

Agen Bola Terpercaya Jakarta – Direktur Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk secepatnya melakukan perombakan kabinet (reshuffle ), demi untuk konsolidasi pemerintahan agar sesuai dengan cita-cita dan program Nawacita Presiden Jokowi. Dalam proses reshuffle , Menteri ESDM Sudirman Said, menurut Engelina, termasuk yang harus diganti karena sejumlah kebijakannya tak sejalan dengan jiwa UUD 1945 dan Nawacita yang merupakan program utama Presiden Jokowi. “Saya kira reshuffle lebih cepat lebih baik, dan Menteri ESDM Sudirman Said diganti oleh menteri yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat banyak sebagaimana amanat UUD 1945, khususnya Pasal 33 yaitu demi kesejahteraan rakyat banyak,” ujar Engelina pada wartawan pada acara buka puasa bersama di kediamannya, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6) malam Engelina menilai, sejumlah kebijakan Menteri ESDM tak sejalan dengan jiwa UUD 1945 dan Nawacita yang merupakan program utama Presiden Jokowi. Indikasi tak sejalan terlihat dari sikap dna keputusan yang diambil, berbeda dengan arahan Menko Kemaritiman, khususnya dalam bidang Migas, seperti pembangunan kilang Blok Masela di Maluku. Menteri ESDM ngotot meminta dibangun di laut sementara Menko Kemaritiman menghendaki kilang dibangun di darat. Imbas dari sikap dan pemikiran menteri ESDM itu, meski Presiden Jokowi telah memutuskan bahwa pembangunan kilang Blok Masela dibangun di darat, masih saja muncul gerakan-gerakan yang tetap berpandangan bahwa pembangunan kilang di laut lebih baik dan sebagainya. “Saya ebebrapa kali ke Maluku dan melihat kecendrungan ada semacam adu domba antara pihak yang pro pembangunan kilang di darat dan pihak yang ngotot ingin dibangun kilang di laut. Ini berbahaya bila dibiarkan, sebab bisa menjadi benih-benih konflik di masyarakat,” ujar Enggelina mengingatkan. Ditanya siapa calon pengganti Sudirman Said, tokoh yang peduli dengan masyarakat Maluku ini mengaku tidak memiliki calon. “Terserah Presiden, siapa saja, asalkan sang menteri menjunjung tinggi dan kemudian melaksanakan amanat UUD 1945. Sebab ini sangat mendasar, jika itu dilaksanakan, maka rakyat akan merasakan hasil sumber alam yang melimpah, jika tidak, maka akan seperti sekarang, masyarakat yang tinggal di daerah kaya sumber Migas, hidupnya tetap miskin,” tambahnya. Khusus mengenai Blok Masela yang mengandung cadangan gas abadi ini, Engelina mengatakan, pembangunan kilang di darat akan berdampak sangat positif bagi masyarakat Maluku, dan memiliki manfaat ganda yang sangat besar. Misalnya, ketika kilang mulai dibangun, dibutuhkan banyak fisilitas seperti rumah sakit dan sarana pentingnya lainnya. Belum lagi efek positif lain yakni kebutuhan tenaga terampil dan ahli yang bisa dipasok dari wilayah Maluku. Dengan demikian, pembangunan kilang di darat untuk Blok Masela merupakan momentum bagi Maluku untuk bangkit dari ketertinggalan selama 50 tahun lebih dari iwlayah lain di Indonesia.”Untuk bidang pendidikan saja, Maluku berada di urutan 32 dari 34 provinsi, akibatnya, bukan saja kemiskianan, tapi juga mental orang Maluku,” ujar Engelina sedih. 5 Program Studi Sementara Rektor Universitas Pattimura, Prof Dr MJ Saptenno mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan lima program studi untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dan tenaga ahli terkait pembangunan kilang Masela. Karena itu, ia mengharapkan dukungan nyata dari Kemristek Dikti dan Kementerian Keuangan untuk mendukung perguruan tinggi di Maluku, sehingga mampu memenuhi kebutuhan di Blok Masela. Menurutnya, dukungan itu sangat penting untuk membuka program studi, minat dan fakultas yang sesuai dengan kebutuhan di Blok Masela. “Wilayah sekitar Masela itu membutuhkan perhatian lebih karena ada keterbatasan sarana dan prasarana transportasi. Ini perlu mendapat prioritas,” katanya. Jeis Montesori/JEM Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu