Kisah di Balik Makaroni Ngehe

Agen Bola Terpercaya Jakarta – Makaroni Ngehe cukup kondang sebagai camilan berkualitas dengan harga terjangkau di kalangan mahasiswa. Makanan sederhana ini ternyata dulunya diinisiasi seorang mahasiswa juga, maka tak heran kalau namanya cukup unik di telinga. Seorang mahasiswa asal Tasikmalaya, Ali Muharam, merintis usaha kuliner ini dua tahun lalu dan sekarang sudah melebarkan sayap dengan banyaknya toko-toko cabang Ngehe. Kata ngehe sendiri sering digunakan anak muda untuk mengungkapkan kekesalan atau umpatan. Saat ditemui belum lama ini, Ali menjelaskan pemilihan nama ini berawal dari kekesalan dengan pengalaman hidupnya sendiri. Maka baginya, ngehe berrmakna sebagai motivasi, pelecut bagi dirinya agar tidak kembali ke masa suramnya tersebut. “Saya berpikir, jangan sampai hidup saya berbalik ke fase ngehe itu, dan akhirnya saya pakai nama ngehe itu untuk usaha saya, agar saya selalu terpacu untuk bekerja keras.” kata Ali, yang sekarang sudah berusia 29 tahun. “Jadi ngehe itu adalah sebuah motivasi bagi saya, meskipun agak nyeleneh .” Kriuk renyah makaroni ini bisa membuat orang keringatan karena pedasnya. Tingkat kepedasan bisa dipilih sesuai selera. Seperti halnya makan kacang, sekali kunyah makaroni ini susah untuk berhenti sampai stoknya habis. Kedai Ngehe berkonsep sederhana dengan warna merah dan putih, namun cukup menarik perhatian. Sekarang ini terdapat delapan cabang dan salah satunya ada di kawasan Universitas Bina Nusantara (Binus) di Jakarta Barat. Tampaknya memang tak bisa lepas dari kehidupan mahasiswa. Level kepedasan Makaroni Ngehe dijelaskan dengan tanda pagar, antara lain #CiwitBuTina (tingkat kepedasan rendah), #KepretPakEndang (tingkat kepedasan sedang), dan #PintahBuLilis (tingkat kepedasan tinggi). Selain makaroni, kedai Ngehe juga menyajikan bihun kering dan otak-otak. Harga sangat terjangkau untuk para pelajar dan mahasiswa, Rp 6.000 per bungkus makaroni kering atau basah dan bihun goreng berukuran sedang. Otak-otak goreng diberi harga Rp 7.000 per bungkus. Untuk porsi lebih banyak, Makaroni Ngehe juga dijual dalam kemasan toples seharga Rp 25.000. Ali mengatakan produknya memakai dua bumbu utama, yaitu bubuk gurih dan bubuk cabai yang menurut pengakuannya adalah resep peninggalan almarhumah ibunya. Christine Prasetyowaty/HA BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu