Panin dan BRI Syariah Jajaki Terbitkan Surat Utang

Agen Bola Terpercaya Jakarta – PT Bank Panin Tbk berencana menerbitkan obligasi tahap kedua sebesar Rp 2,12 triliun. Sementara itu, PT Bank BRI Syariah menawarkan sukuk mudharabah subrodinasi senilai Rp 1 triliun yang akan diterbitkan dengan tenor 7 tahun. Obligasi Bank Panin tersebut adalah bagian dari obligasi berkelanjutan II perseroan tahun 2016 sebesar Rp 10 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dengan tenor 5 tahun dan bunga yang ditawarkan sebesar 8,75%. Sementara itu, berdasarkan prospektus ringkas sukuk mudharabah subordinasi I BRI Syariah Tahun 2016 yang dipublikasikan pada Selasa (11/10), sukuk mudharabah subordinasi BRI Syariah ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun. Sukuk tersebut diterbitkan tanpa warkat dengan jangka waktu 7 tahun dan rating A+ dari PT Fitch Rating Indonesia. Seluruh dana hasil penerbitan sukuk tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Wakil Direktur Utama Bank Panin Roosniati Salihin menjelaskan, penerbitan obligasi tersebut akan menunjang pendanaan bank dalam melakukan ekspansi usaha dan memperkecil risiko ketidakcocokan pendanaan. “DPK (dana pihak ketiga) biasanya berjangka waktu pendek, sedangkan obligasi kami terbitkan pada tenor 5 tahun,” ujar Roosniati di Jakarta, Selasa (11/10). Secara terpisah, Direktur Utama BRI Syariah Hadi Santoso menuturkan, penerbitan sukuk subordinasi dan tambahan modal dari induk usaha akan meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio /CAR) BRI Syariah. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Juni 2016, CAR BRI Syariah tercatat sebesar 14,06%. “CAR pastinya akan semakin tinggi,” terang Hadi. Sementara itu, berdasarkan prospektus yang diterbitkan Bank Panin pada 11 Oktober 2016, dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit, serta peningkatan komposisi struktur penghimpunan dana jangka panjang. Berdasarkan jadwal penerbitan, masa penawaran umum obligasi Bank Panin akan dilakukan pada 21-24 Oktober 2016, penjatahan pada 25 Oktober 2016, distribusi obligasi secara elektronik pada 27 Oktober 2016, dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 28 Oktober 2016. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi Bank Panin adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Evergreen Capital, PT Indopremier Securities, PT RHB Securities Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas. Kelima penjamin emisi tersebut telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat secara kesanggupan penuh ( full commitment ) dan mengikat diri untuk membeli sisa obligasi yang tidak habis terjual. Obligasi Bank Panin tersebut tercatat telah memperoleh peringkat AA dari PT Pemeringkat Efektif Indonesia (Pefindo). Pada Juni lalu, Bank Panin telah menerbitkan obligasi senior tahap pertama sebesar Rp 2 triliun dan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 100 miliar. Obligasi senior Bank Panin diterbitkan dengan tenor 5 tahun dan bunga 9,15%, sedangkan obligasi subordinasi diterbitkan dengan tenor 7 tahun dan bunga 9,6%. Sebelumnya, Direktur Utama Bank Panin Herwidayatmo menjelaskan, pihaknya tidak memasang target penyaluran kredit yang agresif tahun ini di kisaran 10-12%. “Tahun ini kami memang tidak pasang target yang agresif, aset dan DPK juga kami targetkan tumbuh di kisaran 10-12%,” terang dia. Berdasarkan laporan keuangan bulanan Bank Panin hingga Agustus 2016, penyaluran kredit perseroan tercatat tumbuh 4,08% secara year on year (yoy) menjadi Rp 119,75 triliun. Sementara itu, penghimpunan DPK Bank Panin tumbuh 9,14% (yoy) menjadi Rp 130,84 triliun. Sukuk BRI Syariah Sementara itu, masa penawaran sukuk BRI Syariah pada 12-26 Oktober 2016, perkiraan tanggal efektif pada 8 November 2016, dan perkiraan masa penawaran umum pada 11-12 November 2016. Perkiraaan tanggal penjatahan pada 14 November 2016, perkiraan tanggal distribusi secara elektronik pada 16 November 2016, dan perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 17 November 2016. Sesuai prospektus tersebut, dana yang diperoleh dari penawaran umum sukuk tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang kegiatan pengembangan usaha. Hal itu berupa penyaluran pembiayaan dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap ( tier 2), serta peningkatan komposisi struktur penghimpunan dana jangka panjang tanpa dipotong biaya-biaya emisi. Selain menerbitkan sukuk subordinasi, induk usaha BRI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berencana menyuntikkan modal kepada BRI Syariah pada tahun ini. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, selain memberikan izin penerbitan sukuk subordinasi, pihaknya telah menganggarkan tambahan modal untuk BRI Syariah sebesar Rp 500 miliar tahun ini. Tahun ini BRI Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh 19%. Berdasarkan laporan keuangan bulanan hingga Agustus, pembiayaan BRI Syariah tercatat sebesar Rp 17,7 triliun, tumbuh sekitar 11%. Selain BRI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri akan menerbitkan sukuk subordinasi sebesar Rp 1 triliun pada Desember 2016 dengan tenor 7 tahun. Agustiyanti/Gita Rossiana/THM Investor Daily

Sumber: BeritaSatu