Pengolahan Limbah Tak Berizin, PT Aluprima Pasifik Didesak untuk Ditutup

Agen Bola Terpercaya Serang – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari PT Aluprima Pasifik yang terletak di Kawasan Pancatama, Jalan Raya Serang, Kabupaten Serang, sangat menggangggu kehidupan masyarakat sekitar. Limbah tersebut dibuang begitu saja bahkan mengalir ke persawahan milik warga di Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Untuk itu, pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Serang didesak untuk segera menutup PT Aluprima Pasifik. Nasir, salah seorang yang pernah diminta oleh pihak PT Aluprima Pasifik untuk mencari pihak ketiga yang memiliki izin untuk pengolahan limbah kepada SP , Kamis (18/7) menjelaskan, pengolahan dan pemusnahan limbah B3 oleh PT Aluprima Pasifik yang beroperasi hingga saat ini tidak memiliki izin. “Saya pernah diminta pihak PT Aluprima Pasifik untuk mencarikan pihak ketiga yang memiliki manifes pengakutan limbah B3 dan memiliki izin. Namun, pada saat itu tidak diperoleh pihak ketiga. Saat ini pihak perusahaan PT Aluprima Pasifik sendiri yang menangani pengolahan dan pemusnahan limbah B3 tanpa manifes pengangkutan dan tidak memiliki izin,” jelas Nasir. Menurut Nasir, jika aktivitas pengolahan limbah itu dibiarkan begitu saja, maka masyarakat sekitar sangat dirugikan. “Kami juga menyayangkan sikap dari BLHD Kabupaten Serang yang terkesan menutup mata terhadap persoalan limbah PT Aluprima Pasifik tersebut,” tegasnya. Sementara itu salah satu aparatur Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, yang namanya tidak mau ditulis menjelaskan PT Aluprima Pasifik tidak mengantongi izin untuk pengolahan limbah B3. Pengangkutan limbah B3 dari PT Aluprima Pasifik itu dinilai tidak memenuhi standar sesuai aturan yang berlaku. Dia mengatakan bahwa pihak Pemkab Serang pernah memberikan surat peringatan kepada PT Aluprima Pasifik sebanyak dua kali terkait pengolahan limbah. Namun, kemudian surat peringatan itu tanpa ada tindak lanjutnya bahkan hingga saat ini PT Aluprima Pasifik tetap melakukan pengolahan limbah tanpa mengantongi izin. Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan BLHD Kabupaten Serang Kustaman mengatakan, mengakui pernah memberikan surat peringatan kepada PT Aluprima Pasifik, terkait pengolahan limbah cair yang melebihi batas baku mutu. “Kami membuka kembali operasional IPAL perusahaan tersebut karena mereka telah memenuhi apa yang kami minta terkait IPAL,” katanya. Untuk diketahui, Pemkab Serang pada September 2015 lalu, menutup paksa IPAL 8 perusahaan yang terletak di Kawasan Modern Cikande. Hal ini dilakukan karena delapan perusahaan tersebut tidak melakukan pengolahan limbah cair secara baik dan benar. Saluran pembuangan air limbah di perusahaan tersebut ditutup paksa karena kandungan chemical oxygen demand (COD) yang dihasilkan, melebihi batas baku mutu yang telah ditetapkan. Kedelapan industri yang ditutup paksa IPAL-nya tersebut yakni PT Cipta Paperia (industri pembuatan kertas atau karton), PT Bahari Makmur (industry pengolah udang), PT Berry (industry minuman kaleng), PT Boo Yong (industri outsole sepatu), PT Ocean Asia Industry (industri kain tekstil), PT Unican (industry kembang gula), PT Asia Chemical (industri pembuat lem) dan PT Kanemory Food ( industri pengolahan makanan). Selain delapan perusahaan yang dilakukan penutupan saluran pembuangan limbah, Pemkab Serang melayangkan surat teguran terakhir kepada enam perusahaan yang pengelolaan limbah cairnya masih dalam keadaan fluktuatif, antara lain PT PA Rubber (industri sepatu), PT Sunjin (industri pencelupan benang), PT Kabatama (industri galvais), PT Mitsuba (industri asesoris kendaraan), PT Kino Indonesia ( industri farmasi dan minuman) dan PT Aluprima Pacifik (pembuatan alumunium). Laurens Dami/HS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu