Kejar Target Swasembada, Pemerintah Tambah Anggaran Kemtan

Agen Bola Terpercaya Jakarta – Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK), mengakui bahwa banyak target yang belum berhasil dicapai oleh pemerintah di bidang ekonomi. Tetapi, dia menolak jika dikatakan bahwa kebijakan pemerintah selama hampir dua tahun bersifat parsial atau hanya merupakan kebijakan jalan pintas. “Salah satu kebijakan yang belum dicapai adalah swasembada pangan. Terbukti, sejumlah kebutuhan pangan masih diimpor hingga awal tahun 2016,” kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (7/10). Oleh karena itu, JK menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menggenjot produktifitas pangan untuk mencapai swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan pangan nasional. Guna memenuhi target tersebut, kata JK, pemerintah akan meningkatkan anggaran Kementerian Pertanian (Kemtan) menjadi dua kali lipat di tahun 2017. Meski demikian, JK sendiri tidak menyebut berapa besar alokasi anggaran untuk Kemtan. Wapres hanya menjelaskan, kenaikan anggaran tersebut untuk menunjang perbaikan di semua sektor pertanian diantaranya, perbaikan pengairan, bibit dan juga pupuk. “Anggaran Kemtan itu naik dua kali lipat antara lain untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan itu. Sehingga, perbaikan pengairan, perbaikan bibit, pupuk ditingkatkan agar dapat mencapai itu (swasembada). Itu musti usaha kerja keras kita semuanya secara bersama-sama karena itu kita targetnya tiga tahun. Jadi mudah-mudahan tahun 2018 itu bisa dicapai swasembada pangan pokok,” ungkap JK. Sedangkan, untuk akhir tahun 2016 hingga tahun 2017, diharapkan tidak lagi mengimpor bahan pangan dari negara lain. Meskipun, dia mengatakan tergantung dari tingkat produktifitas dan kebutuhan nasional. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengungkapkan, untuk menggenjot produktifitas pertanian, kementeriannya akan giat mengoptimalisasi sumber daya air. Mengingat, berdasarkan data kementeriannya, dari 8,1 juta hektar lahan pertanian di seluruh Indonesia, ternyata kurang lebih 4 juta hektar selama enam bulan tidak berproduksi karena tidak memiliki sumber air karena merupakan lahan tadah hujan. Melihat kenyataan tersebut, Amran mengaku akan mengoptimalisasi sumber daya air dengan beberapa cara. Di antaranya, membangun embung, sumur dangkal dan sumur dalam. “Kalau ini disiapkan embung, kemudian long storage, kemudian sumur dangkal sumur dalam, kemudian pompanisasi pada sungai-sungai yang ada di sekitarnya, ini kita bisa meningkatkan indeks pertanaman satu kali. Minimal setengah dari empat juta,” kata Amran yang ditemui di kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Selasa (4/10). Menurut Amran, selama ini upaya optimalisasi sumber daya air sudah dilakukan dibeberapa daerah dan telah berhasil. Seperti, pembangunan embung dan sumur pompa dari tahun 2015-2016 di Bojonegoro atau sepanjang sungai Bengawan Solo dan sepanjang sungai CImanuk, Jawa Barat. Hasilnya, pada saat musim kemarau, 10.000 hektar sawah selamat berproduksi. Kemudian, arena pompa kita pasang di sepanjang bengawan solo. Tetapi, lanjutnya, upaya tersebut masih akan terus dimaksimalkan di sejumlah daerah lainnya karena masih ada 4 juta hektar lahan tadah hujan yang tidak berproduksi karena minim akan air. Apalagi, ungkapnya, Wapres Jusuf Kalla (JK) menginstruksikan agar selama dua tahun pembangunan embung, pompa sumur dangkal dan pompa sumur dalam dimaksimalkan. “Kita target kalau bisa dua tahun selesai, 2018 kita target selesai. Arahan (JK) dioptimalkan nanti program tahun 2017-2018, syukur-syukur dua tahun kita bisa selesaikan seluruh embung dan pompanisasi sumur dangkal,” ungkap Amran. Hanya saja, dengan dalih masih dihitung, Amran belum secara terbuka menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sejumlah embung dan pompa tersebut. Novi Setuningsih/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu