Sukses Jadikan Hobi Sebagai Bisnis

Agen Bola Terpercaya Salah satu kunci sukses dalam memulai bisnis adalah dengan membuat usaha yang didasarkan pada hobi. Dengan menjadikan hobi sebagai peluang usaha, maka kita tidak mempunyai beban dalam menjalaninya. Itulah yang dilakukan oleh pengusaha muda bernama Ryan Ade Pratama. Kepada Suara Pembaruan , Ryan bercerita bahwa dirinya sudah bermain musik, khususnya drum sejak duduk di bangku SMP. Usai menyelesaikan studi SMA, Ryan memutuskan untuk tak langsung berkuliah. Alih-alih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Ryan memilih untuk mengambi kursus drum. Setelah mengusai ilmu menggebuk drum, Ryan pun melakoni profesi sebagai seorang guru private . Sebagai seorang drummer, Ryan melihat kehadiran alat musik pukul dari Peru bernama Cajon mulai mencuri perhatian. Banyak musisi, khususnya drummer, menggunakan Cajon sebagai pengganti drum dalam sesi musik akustik. Sayangnya, alat musik berbentuk kotak kayu ini tergolong mahal dan tidak ramah untuk kantong anak muda. Dari situ, Ryan melihat adanya peluang usaha untuk memproduksi Cajon dengan harga yang lebih terjangkau. “Kenapa pilih usaha ini, karena berhubungan dengan passsion . Saya juga melihat saat itu, di tahun 2010 kebutuhan Cajon memang tinggi dan kebetulan persediaan yang murah belum banyak. Dari situ coba bikin untuk kebutuhan pribadi,” kata Ryan yang ditemui di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (12/5). Untuk membuat Cajon, Ryan sering keluar masuk toko musik. Ia memfoto untuk mendapatkan gambaran soal alat musik tersebut. Selain itu, Ryan juga meminjam Cajon milik temannya untuk mempelajari soal struktur dan bahan baku. Setelah tahu seluk beluk Cajon, Ryan pun memulai produksinya yang pertama. Sebagai modal usaha perdananya, Ryan menggunakan uang sebesar Rp 2 juta yang didapatnya dari hasil merogoh tabungan pribadi dan meminjam dari teman. Dari Rp 2 juta itu, Ryan mampu menghasilkan empat buah Cajon. Dua Cajon dipakai oleh Ryan dan kawannya, sementara dua sisanya ia jual ke teman-temannya di komunitas. Cajon murah buatan Ryan mendapatkan respons positif dari para pembeli. Usaha kecil-kecilan Ryan pun berkembang. Permintaan atas Cajon buatannya meningkat tajam. Karena membutuhkan modal yang lebih besar, Ryan memutuskan untuk meminjam dana yang lebih besar. “Akhirnya saya putuskan untuk pinjam dari orang tua teman. Pinjaman pertama Rp 5 juta untuk perbesar kapasitas,” terang lulusan Program Studi Belanda Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Pada tahap ini, Ryan tidak lagi membuat Cajon sendiri. Tugasnya saat itu hanya sekadar membeli bahan baku. Untuk produksi Cajon, Ryan melatih seorang tukang furniture. Dengan adanya pihak ketiga ini, Ryan mampu memproduksi Cajon hingga 50 buah per bulannya. Dengan sukses yang didapat, Ryan berketetapan hati untuk terus memperdalam pengetahuannya soal bisnis. Ia memutuskan untuk ikut dalam berbagai macam pelatihan bisnis. Dalam sebuah pelatihan, Ryan bertemu dengan seorang pebisnis yang menjadi runner up dari sebuah kompetisi enteprenuership , yaitu Diplomat Success Challenge. Ryan disarankan untuk mengikuti kompetisi yang memberikan hadiah berupa dana hibah untuk pengembangan bisnis. Ryan dengan mudah lolos tahapan demi tahapan dalam kompetisi ini.Tidak disangka, di akhir kompetisi, nama Ryan disebut sebagai pemenang yang membawa pulang modal usaha sebesar Rp 500 juta. “Banyak banget ilmu yang saya dapatkan dari kompetisi ini dan yang paling mengena di saya adalah soal kerja tim. Suatu hari nanti saat saya punya tim yang besar, saya harus bisa bekerja dengan orang dengan sifat yang berbeda-beda. Ilmu itu saya dapatkan dari kompetisi ini,” ujar Ryan yang sejak kecil sudah berjualan mobil Tamiya. Kemenangan di kompetisi ini, diakui Ryan, benar-benar membantu dirinya dalam mengembangkan bisnis. Dana Rp 200 juta yang didapatkannya di tahap awal, ia manfaatkan untuk membuat workshop produksi Cajon di Depok, Jawa Barat. Dengan mempunyai workshop sendiri, Ryan berhasil memproduksi 200 Cajon dalam sebulan. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, maka pemasaran Koning Percussion, merek Cajon Ryan pun semakin meluas. Saat ini, Cajon Ryan sudah didistribusinya sampai ke Medan, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Bandung, Purwokerto, Solo, Surabaya, dan Bali. “Saya sudah bisa beli mobil sendiri. Tapi saya pikir, saya bukan orang yang mengukur kesuksesan dari apa yang saya punya. Saya bersyukur bisa memperkerjakan orang lebih banyak. Dulu saya masih self employee . Sekarang saya punya pegawai sendiri yang punya keluarga yang bisa saya hidupkan. Itu ukuran sukses buat saya,” ungkap Ryan yang pernah menjadi wartawan kuliner selama tiga bulan. Setelah sukses membangun bisnis alat musik, Ryan berencana untuk melebarkan usahanya.Tentunya usaha yang akan Ryan buat masih terkait dengan Cajon. “Pengembangan bisnis ke sekolah musik. Cajon belum ada sekolah musiknya di Indonesia. Di Singapura sudah ada. Jadi pengembangan terdekat ya ke arah itu,” kata Ryan. Elvira Anna Siahaan/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu