Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Teknis Amnesti Pajak

Agen Bola Terpercaya Jakarta – Peserta wajib pajak meminta pemerintah untuk segera memperjelas aturan teknis mengenai implementasi amnesti pajak. Hal ini bertujuan untuk memberikan interpretasi tunggal mengenai perlakuan aset peserta wajib pajak yang akan direpatriasi. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, menjelaskan, dalam acara sosialisasi amnesti pajak yang dilakukan oleh PT. Bank DBS Indonesia banyak bermunculan pertanyaan dari peserta wajib pajak. Pertanyaan yang dilontarkan hampir serupa yaitu terkait dengan kejelasan penafsiran aturan amnesti pajak. “Banyak aturan yang belum jelas, sehingga perlu diharmonisasi,” kata Yustinus di Jakarta, Selasa (9/8). Salah satu hal yang perlu diperjelas, kata Yustinus, soal pertanyaan nasabah mengenai perlakuan aset peserta wajib pajak yang ada di luar negeri. Pasalnya, ada orang Indonesia yang memiliki aset tersebut sudah lama bekerja di luar negeri. Selain itu, peserta wajib pajak juga menanyakan mengenai aset yang tidak termasuk dalam objek pajak. “Misalnya, seperti warisan, hibah dan lainnya. Wajib pajak meminta kepastian supaya ke depan dijamin tidak akan diapa-apakan,”ungkap dia. Kasubdit Surat Utang Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu), Novi Puspita Wardhani, menjelaskan, pemerintah terus memperbarui peraturan mengenai amnesti pajak. Terbaru, lanjut dia, pemerintah baru saja meluncurkan PMK No.122/2016 tentang Instrumen Investasi di luar Pasar Keuangan. Menurut Novi, dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, peserta wajib pajak tidak hanya bisa berinvestasi di instrumen pasar uang, namun juga instrumen di luar pasar uang. Adapun instrumen di luar pasar uang tersebut adalah instrumen investasi infrastruktur, properti, logam mulia dan bentuk lainnya. “Untuk bisa menggunakan instrumen di luar non keuangan ini, peserta wajib pajak harus berhubungan dengan bank pintu masuk,”kata dia. Head of Wealth Management PT Bank DBS Indonesia, Widrawan Hindrawan, menjelaskan, pihaknya mendukung pemerintah dalam menyukseskan program amnesti pajak. Sebagai salah satu bank pintu masuk, pihaknya pun sudah menyiapkan produk untuk mendukung dana repatriasi yang masuk. “Bank DBS Indonesia juga merancang dan memberikan instrumen produk wealth atau investasi dengan varian yang menarik dan komprehensif guna menunjang kebutuhan finansial nasabah,”jelas dia. Serupa dengan sosialisasi yang dilakukan Bank DBS Indonesia, Guru Besar Universitas Bina Nusantara, Adler Manurung, menjelaskan, dalam diskusi yang dilakukan oleh PT Bank Index Selindo, juga bermunculan pertanyaan tentang kejelasan implementasi amnesti pajak. Adapun pertanyaan tersebut terkait dengan kesiapan NPWP, harga aset dan lainnya. Menanggapi hal itu, Adler menjelaskan, semua pertanyaan tersebut sebagian sudah bisa terjawab dengan payung hukum amnesti pajak. Adler pun mengajak peserta wajib pajak untuk bisa memanfaatkan kesempatan itu. “Ada banyak keuntungan dari amnesti pajak. Adapun keuntungan tersebut adalah utang pajak bisa terhapuskan, tidak dikenai sanksi administrasi, pidana dan perpajakan. Selain itu adanya kerahasiaan data dan bebas balik nama ketika melaporkan harta,” jelas dia. Gita Rossiana/FER Investor Daily

Sumber: BeritaSatu