Pan Brothers Siapkan Global Bond US$ 200 Juta

Agen Bola Terpercaya Jakarta – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyiapkan penerbitan obligasi global (global bond) maksimal sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,63 triliun. Dana hasil emisi surat utang itu akan digunakan untuk melunasi utang serta membiayai ekspansi pada masa mendatang. Saat ini, Pan Brothers dalam proses melangsungkan ekspansi usaha dengan membangun pabrik yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksinya. Karena itu, perseroan memilih salah satu skema pembiayaan, yakni penerbitan global bond untuk mengurangi utang dan mengembangkan usaha tersebut. “Dana hasil penerbitan surat utang (notes) itu kemudian akan dipinjamkan kepada perseroan dan anak-anak usaha perseroan terkait suatu fasilitas pinjaman antar perusahaan (intercompany loan),” ungkap manajemen perseroan dalam pengumuman resmi, Rabu (5/10). Pembayaran pokok atas pinjaman-pinjaman perseroan diyakini akan membuat likuditas perseroan menjadi lebih baik. Ini mengingat notes tidak memiliki amortisasi atas pinjaman serta memiliki suku bunga tetap. Selain itu, notes juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan umum, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keuntungan perseroan. Sebagai informasi, salah satu utang Pan Brothers adalah sindikasi pinjaman senilai US$ 270 juta, yang ditandantangani pada 9 Oktober 2015. Ketika itu, PT Bank ANZ Indonesia, HSBC Ltd, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk, Citibank NA, Standard Chartered Bank, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk bertindak sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners pinjaman sindikasi tersebut. HSBC Ltd juga bertindak sebagai facility agent dan PT Bank UOB Indonesia sebagai security agent. Sindikasi terdiri atas tiga bagian, yakni commited revolving credit facility (RCF) for onshore borrowers senilai US$ 200 juta yang jatuh tempo 8 Oktober 2018 dengan tingkat bunga LIBOR+3, commited RCF for offshore borrowers senilai US$ 30 juta yang jatuh tempo 8 Oktober 2018 dengan bunga LIBOR+2,5%, dan commited capex-term loan facility (TLF) senilai US$ 40 juta yang jatuh tempo 8 Oktober 2020 dengan bunga LIBOR + 3,5%. Dalam penerbitan notes, Pan Brothers nantinya bakal menunjuk anak usaha yang bertindak sebagai penerbit. Saat ini, Pan Brothers sudah dipastikan akan memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) terhadap notes. Adapun, informasi rinci mengenai penerbit, uraian terkait corporate guarantee, dan pembeli awal notes akan diumumkan dalam prospektus tambahan paling lambat dua hari kerja sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pan Brothers akan menggelar RUPSLB pada 11 November 2016. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto mengatakan, sepanjang 2016 perseroan fokus membangun pabrik di Tasikmalaya, Jawa Barat, di bawah kendali anak usaha yang baru dibentuk, PT Teodore Pan Garmindo. “Kapasitas pabrik ini nantinya 6-7 juta pieces per tahun, namun bisa ditingkatkan sampai 14 juta. Untuk tahap awal, kami kucurkan sekitar US$ 10 juta untuk pabrik dengan utilitas 50%. Rencananya akan rampung di kuartal akhir tahun ini,” paparnya, belum lama ini. Tahun ini, perseroan akan meningkatkan kapasitas dari 70 juta pieces per tahun menjadi 90 juta potong. Selain pabrik di Tasikmalaya, perseroan juga telah menambah entitas usaha baru di sektor industri garmen di Demak dan Ungaran, Jawa Tengah, yaitu PT Berkah Indo Garmen. Terkait ekspor, perseroan masih menjual produknya sebagian besar ke Asia dengan penjualan di 2015 tercatat mencapai 50,76% dari total penjualan. Menyusul Amerika Serikat dan Eropa. Adapun lebih dari 95% penjualan Pan Brothers merupkana porsi ekspor. Hingga Juni 2016, penjualan Pan Brothers mencapai US$ 218,76 juta, naik 18,96% dibanding periode sama tahun lalu US$ 183,88 juta. Seiring itu, laba bersih perseroan melesat 172,88% menjadi US$ 8,05 juta, dari US$ 2,95 juta Minati Global Bond Aksi Pan Brothers ini pun menambah daftar emiten yang berencana menerbitkan global bond di kuartal IV-2016. Saat ini, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), melalui Jababeka International BV dalam proses penawaran global bond maksimal US$ 200 juta. Surat utang ini akan mengganti surat utang yang jatuh tempo pada 2019 senilai US$ 260 juta. Selain Jababeka, emiten di sektor properti lainnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, Global Prime Capital Pte Ltd, akan menawarkan global bond baru yang akan ditukarkan dengan obligasi lama US$ 225 juta. Farid Nurfaizi/MHD Investor Daily

Sumber: BeritaSatu