Bentuk Komisariat Australia, Pinkan Perkokoh Perjuangan Menuju UNESCO

Angka Keluar Hk Sydney – Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia Lis Purnomo Yusgiantoro mengajak seluruh elemen bangsa mendoakan serta mendukung perjuangan Pinkan Indonesia mencatatkan musik kolintang sebagai warisan budaya dunia tak benda di UNESCO. Lis mengatakan, dukungan rakyat sangat diharapkan, sebab musik kolintang adalah milik bangsa Indonesia. “Musik kolintang bukan lagi milik Sulawesi Utara, tetapi seluruh bangsa Indonesia. Kita harus jaga dan lestarikan musik kolintang agar tidak diambil bangsa lain,” kata Lis saat melantik Pinkan Indonesia Komisariat Australia di Ecclesia Mission, Sydney, Australia, Selasa (8/11). Dia mengatakan, pembentukan Komisariat Australia sekaligus memperkokoh perjuangan Pinkan Indonesia untuk mencatatkan alat musik kolintang di UNESCO. Pinkan Komisariat Australia terdiri atas Francisca Pandia Komimbin sebagai Ketua, Pretty Franziska Rompas (Ketua I), Pendeta Olga Rondonuwu (Ketua II), Billie Sumampouw (Ketua III), Annele Turner (Ketua IV), Geraldine Kalonta (Sekretaris), Debby Rumengan (Wakil Sekretaris), dan Tetty Hutagalung (Bendahara). Sementara itu, Bidang Organisasi dipimpin Julie Rondonuwu, Conny Rotinsulu (Bidang Advokasi), Petrus Antonius Usmanij (Bidang Kajian), Yorry Lengkong , Imelda Enjoras Kukus (Perth), Mia Lee Taulu (Sydney), Roy Rotty, Vini Rotty, Join Kullit (Bidang Promosi & Humas) serta Annaly Tuesday (Sosial & Media), Dian Sumolang, Roy Sondakh Leuwir, dan Reintje Jack Saerang (Sumber Daya Insani/Diklat). Lis mengatakan, musik kolintang yang kini telah mendunia merupakan warisan budaya yang dimiliki Indonesia. Alat musik kolintang, lanjutnya, selain dikumandangkan di kedutaan besar Republik Indonesia (RI) dan perwakilan RI di luar negeri, juga telah ditampilkan di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), pada September 2016 lalu. “Terus terang, kami bangga, musik kolintang sangat digemari di manca negara. Kami bersyukur, pemerintah mendukung perjuangan ini, sehingga optimisme makin tinggi untuk menjadikan kolintang sebagai warisan budaya dunia tak benda di UNESCO,” katanya. Novy Lumanauw/WBP Investor Daily

Sumber: BeritaSatu