Brasil yang Terluka Vs Jerman Aroma Spanyol

Angka Keluar Hk VIVAbola – Pekan ini, Piala Dunia 2014 semakin memasuki fase krusial setelah tersisa empat tim. Dan dinihari nanti, Rabu 9 Juli, dua tim, Brasil dan Jerman, akan saling bunuh guna memperebutkan satu tiket ke laga pamungkas. Tuan rumah Brasil akan menghadapi kandidat juara Jerman di babak semfinal. Dan Estadio Mineirao di Belo Horizonte akan menjadi saksi pertarungan sengit dari dua tim yang mewakili dua benua berbeda ini. Dalam satu dekade terakhir, kedua tim tercatat tiga kali bertemu. Dan hasilnya, keduanya sama kuat dan berimbang. Keduanya sama-sama membukukan satu kemenangan. Sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang. Keduanya bermain imbang 1-1 di laga persahabatan pada 8 September 2004 silam. Selanjutnya, Brasil menang tipis 3-2 di Piala Konfederasi 2005. Jerman mampu membalas menang 3-2 di laga persahabatan 11 Agustus 2011 lalu. Tak pelak, laga dinihari nanti menjadi penentuan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan menjadi yang terbaik. Apalagi, sejak Piala Dunia belum digelar, keduanya digadang-gadang sebagai kandidat juara. Brasil diuntungkan dengan statusnya sebagai tuan rumah. Tapi, di saat bersamaan, kekuatan Brasil juga sedang pincang dengan absennya sejumlah pemain kunci. Sementara itu, Jerman juga belum keluar kemampuan terbaiknya. Cedera Neymar, Bencana atau Inspirasi? Menghadapi Jerman, Brasil dipastikan tidak akan diperkuat bintang muda andalan Neymar. Petualangan pemain berusia 22 tahun itu bersama Brasil di Piala Dunia 2014 berakhir setelah mengalami retak tulang punggung. Neymar mengalami cedera retak tulang punggung setelah dilanggar Juan Zuniga saat Brasil mengalahkan Kolombia 2-1 di babak perempatfinal. Zuniga menabrak punggung Neymar dengan lutut saat perebutan bola di menit 86. Absennya Neymar merupakan kehilangan besar bagi timnas Brasil. Apalagi, sepanjang Piala Dunia 2014, dia menjadi andalan lini depan Selecao dengan torehan 4 gol. Di saat bersamaan, dua pemain depan Brasil, Fred dan Jo, mandul. Kekuatan lini belakang Brasil juga rentan dengan dipastikan absennya Thiago Silva yang mendapat akumulasi kartu. Padahal, dialah yang sejauh ini mampu menghalau gempuran para lawan sejak babak penyisihan. Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, tampak masih kecewa dengan kenyataan pahit timnya tak akan diperkuat Neymar di laga semifinal Piala Dunia 2014. Menurut Scolari, cedera Neymar ibarat malapetaka bagi sepakbola Brasil. “Ini setara dengan sebuah malapetaka. Dia seorang pemain yang dapat membuat perbedaan. Kami kehilangan pemain yang sangat tidak kami inginkan untuk hilang, baik untuk semifinal maupun final,” kata Scolari dilansir Soccerway. Banyak memang yang menganggap kabar cederanya Neymar ini adalah sebuah malapetaka. Tapi, pemain internasional Brasil, Ricardo Kaka, justru menganggap kenyataan ini bisa menjadi insipirasi bagi Brasil untuk tampil lebih baik. “Terkait cedera Neymar, saya juga turut sedih seperti para pecinta sepakbola lainnya. Ini menjadi kehilangan besar bagi Brasil dan Piala Dunia,” kata Kaka seperti dilansir Soccerway. “Tentu saja, absennya Neymar akan menjadi sesuatu yang kurang bagus buat timnas Brasil. Karena teknik yang dia miliki bisa menciptakan perbedaan. Tapi, saya berharap kenyataan ini membuat Brasil memiliki motivasi tambahan.” Jerman Waspadai Permainan Brutal Brasil Absennya Neymar ternyata tidak membuat senang kubu sang lawan, Jerman. Kapten der Panzer, Philipp Lahm, tanpa sungkan mengaku kecewa tidak bisa menghadapi Brasil dengan kekuatan penuh. “Neymar adalah pemain sensasional yang telah menunjukkan kelasnya di Piala Dunia. Di pentas besar seperti ini Anda selalu ingin mengukur diri dengan menghadapi yang terbaik. Karena itu, saya lebih suka jika Brasil diperkuat Neymar.” Jika Lahm menyoroti absennya Neymar, gelandang Bastian Schweinsteiger punya fokus berbeda. Dia lebih menyoroti permainan kasar Brasil dan berharap meminta wasit agar lebih jeli memimpin pertandingan nanti. Dia mengaku cemas dengan permainan keras yang kerap dilakukan para punggawa Selecao di lapangan hijau selama ini. “Saya cukup bugar untuk menghadapi permainan keras. Tapi, saya pikir yang dilakukan Brasil sudah di luar batas.” “Pemain-pemain Brasil bukan hanya mampu membuat keajaiban di sepakbola. Namun, tekel keras sepertinya telah menjadi bagian permainan mereka. Kami harus hati-hati, begitu juga dengan wasit,” sambungnya. Kecemasan Schweinsteiger agaknya cukup beralasan. Pada laga melawan Kolombia, Brasil tercatat melakukan 31 kali pelanggaran kepada lawan. Menariknya, Brasil di laga itu cuma dapat dua kartu kuning. Sementara itu, permainan Jerman di Piala Dunia 2014 sejauh ini menuai banyak pujian. Salah satunya dari sang legenda Lothar Mattheaus, yang menganggap Jerman bermain lebih solid dan lebih kaya. Menurutnya, pelatih Bayern Munich, Pep Guardiola, punya andil mengantarkan Der Panzer tampil di semifinal Piala Dunia 2014. Menurut Mattheaus, Guardiola telah menanamkan filosofi permainannya di timnas Jerman. Saat ini, skuad Jerman dijejali oleh pemain Bayern Munich. Tercatat, ada 7 pemain Die Roten yang menghuni skuad Jerman. Mereka juga kerap menjadi pilihan utama pelatih Joachim Loew di setiap pertandingan. “Banyak punggawa Bayern yang masuk ke timnas Jerman. Mereka sudah lekat dengan gaya main Guardiola. Dan saat bermain untuk timnas, mereka menampilkan gaya mainnya di klub. Ada sentuhan Guardiola di dalam tim,” jelas Mattheaus. Disebutkan juga oleh Mattheaus, strategi Jerman di Piala Dunia kali ini lebih kaya. Pelatih Joachim Loew, diakui pria 53 tahun ini, mampu menerapkan beberapa racikan alternatif dalam tim. “Kemenangan menjadi hal yang paling penting dalam sepakbola. Selama 8 tahun Jerman telah menampilkan permainan sepakbola atraktif. Namun, sekarang Jerman meninggalkan beberapa keindahan dalam bermain untuk bisa menang,” kata Mattheaus. “Pertahanan Jerman saat ini lebih kuat dan solid. Di Jerman kami punya prinsip: Bermain menyerang akan memenangkan laga, tapi bertahan akan meraih trofi,” sambung dia. (one) Lihat artikel menarik lainnya di tautan ini.

Sumber: VivaNews