Menteri ESDM Minta Pertamina Dukung Pariwisata Sulut

Agen Bola Terpercaya Tomohon – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Pertamina mengurangi polusi guna mendukung pengembangan pariwisata yang sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal tersebut disampaikan Jonan dalam pertemuan di Kantor PT Geothermal Energy (PGE) Tomohon, Sabtu (26/11) dalam rangka mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 yang berlokasi di Tompaso, Minahasa. Turut mendampingi Jonan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Engeri (EBTKE) Rida Mulyana, Dirjen Ketenagalistrikan Jarman, dan Kepala Badan Geologi Ego Syahrial. Kunjungan Menteri ESDM Jonan ini dalam rangka mempersiapkan rencana peresmian PLTP Lahendong oleh Presiden Jokowi pada akhir Desember 2016. “Kami mendukung penuh program Gubernur Olly Dondokambey untuk memajukan sektor pariwisata Sulut dengan penyediaan energi yang bebas polusi dan ramah lingkungan,” kata Jonan. Dikatakan, untuk memajukan sektor pariwisata dibutuhkan dukungan banyak pihak, antara lain, penyediaan energi seperti pasokan listrik yang memadai. Saat ini Pertamina telah mengembangkan tenaga listrik geothermal yang merupakan energi terbarukan dan dapat mendukung ketersediaan listrik di wilayah Sulut. PLTP Lahendong Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menjelaskan, PT Pertamina (persero) mengucurkan investasi US$ 228,7 juta untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 total project dengan kapasitas 2×20 MW. Total project artinya proyek dilaksanakan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) mulai dari tahapan eksplorasi dan pengembangan lapangan uap hingga pembangunan dan pengoperasian PLTP untuk kemudian listriknya dijual kepada PT PLN (Persero) dan didistribusikan kepada masyarakat konsumen. Commercial operation date (COD) PLTP Lahendong Unit-5 berhasil dimulai pada 15 September 2016, atau 107 tujuh hari lebih cepat dari perencanaan awal pada 26 Desember 2016. Sedangkan PLTP Lahendong Unit 6 diharapkan selesai pada Desember 2016 yang sekaligus menjadi hadiah ulang tahun bagi Pertamina. Jika target tersebut tercapai, jauh lebih cepat dari rencana COD yang semula diharapkan pada Juni 2017. Syamsu mengapresiasi PGE yang mampu menuntaskan proyek jauh lebih cepat dari target sekaligus membuktikan kemampuan dan kompetensi para pekerja dalam menuntaskan proyek penting tersebut. “Penyelesaian proyek ini dengan lebih cepat dari target menunjukkan bahwa para pekerja kami sangat menguasai kompetensinya secara komprehensif sehingga cepat dalam mengambil keputusan dan mampu melakukan terobosan di setiap lini,” kata Syamsu. Listrik yang dihasilkan dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 total project akan masuk ke dalam sistem grid Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo) yang daya mampunya mencapai 320 MW dan kebutuhan listrik sebesar 340 MW. Apabila seluruh pembangkit dapat beroperasi normal, panas bumi di Lahendong dapat berkontribusi sekitar 120 MW pada saat PLTP Lahendong Unit 6 mulai beroperasi Desember 2016. Margaretha Feybe L/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu