Dua Hari Dirawat di RS, Utha Likumahuwa Masih Koma Diduga Kecapaian, Selama Ini Sakit Diabetes

Agen Bola Terpercaya Meski sudah stabil, Utha Likumahuwa belum sadarkan diri akibat serangan jantung. Peluang untuk kembali normal fifty-fifty. Keluarga mempertimbangkan untuk merawat penyanyi legendaris itu di Jakarta. — Perbincangan dua sahabat pada Minggu malam (26/6) itu berlangsung hangat di teras rumah yang terletak di Jalan Tanjung Medaeng Nomor 5, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Riau. Tapi, ketika malam mendekati pukul 22.30, sang tamu, Utha Likumahuwa, tiba-tiba sibuk memijit lengan kiri. Penyanyi jazz-pop legendaris Indonesia yang telah menghasilkan 13 album tersebut lalu juga mengurut-urut dahi Merasa curiga, sang tuan rumah, H Masrun Sarkawi, langsung memanggil istri Utha, Debbi, yang tengah berada di ruang belakang. Sempat saya tepuk bahunya untuk menanyakan kenapa dia seperti itu, namun tidak ada reaksi,” papar Masrun yang sehari-hari bekerja sebagai kepala Depo Pertamina Kisaran kepada Riau Pos (Group JPNN). Melihat perkembangan ayah empat anak kelahiran 1 Agustus 1955 yang berangsur kehilangan kesadaran itu, segera saja dia dilarikan ke Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, dan langsung masuk ruang intensive care unit (ICU). Pemeriksaan oleh tim dokter menemukan bahwa adik kandung musisi jazz Benny Likumahuwa tersebut mengalami gangguan penyumbatan pembuluh darah di otak atau stroke. Hingga kemarin pun (28/6) paman musisi Barry Likumahuwa itu masih koma. “Menurut hasil MRI (magnetic resonance imaging) yang dilakukan tadi pagi (kemarin pagi), ada penyumbatan pada pembuluh darah sebelah kiri. Saat ini dia belum bisa bicara. Ada kelumpuhan pada anggota gerak di sebelah kanan,” jelas dr Christ U. Rumantir SpS, spesialis penyakit saraf, satu di antara dua dokter yang menangani Utha, dalam jumpa pers kemarin siang di Rumah Sakit Santa Maria. Dokter lainnya, dr Juanto SpPD, spesialis penyakit dalam, menambahkan bahwa penyanyi yang melejit lewat lagu Puncak Asmara itu mengidap diabetes. “Mungkin karena capai, gulanya naik. Meski begitu, kondisinya saat ini stabil. Ada gangguan kolesterol sedikit dan jantung juga sedikit,” ungkap Juanto. Utha berada di Pekanbaru dalam rangka silaturahmi ke Masrun yang merupakan kenalan lamanya. Dia datang dari show di Tanjungpinang selama dua hari mulai Selasa (21/6) dan berangkat ke Pekanbaru pada Kamis (23/6). Bersama Masrun, Utha berencana berjalan-jalan ke Bukittinggi. Sepengetahuan manajernya, Ade, dan pihak keluarga, penyakit yang diderita Utha hanya gangguan kencing manis. “Ini pertama kalinya dia terkena stroke,” jelas Ade. Mewakili keluarga, Ade juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak kepada Utha. Para kenalan dan sahabat memang langsung mengontak orang-orang dekat Utha begitu tersiar kabar bahwa pelantun lagu Esok Kan Masih Ada itu koma di rumah sakit. Dukungan juga muncul dalam bentuk sebuah akun khusus di Facebook. “Di antaranya Diana Nasution dan beberapa teman lain,” kata Debbi. Di Pekanbaru Debbi ditemani anak keduanya, Abraham, yang baru mendarat Senin sore (27/6). Ditemui kemarin di depan ruang ICU Rumah Sakit Santa Maria, mengutip para dokter, Abraham mengakui bahwa ayahnya terkena serangan jantung. “Mungkin karena kecapaian,” katanya. Utha yang berdarah Ambon dikenal sebagai penyanyi dengan suara khas. Kemampuannya untuk menjiwai tiap lagu yang dibawakan membuat karirnya yang mulai melejit pada akhir 1980-an awet. Kelebihannya, dia juga lentur berpindah-pindah dari fusion jazz ke apa yang disebut sebagai pop kreatif. Itu pula yang membuatnya bisa lancar berduet dengan siapa saja. Salah satunya dengan Trie Utami yang menelurkan hit pada era 1990-an, Mungkinkah Terjadi. Mengenai kemungkinan perawatan Utha dipindah ke Jakarta, hingga saat ini hal tersebut masih dipertimbangkan. “Kami akan tunggu keputusan dokter. Jika harus dipindahkan, bisa saja kami pindahkan ke Jakarta,” ujar Ade. Menurut Debbi, kalau Utha dipaksakan harus pindah sekarang, dia khawatir keadaan sang suami bakal semakin buruk. “Jadi, kami memang harus menunggu rekomendasi dokter,” tutur perempuan 57 tahun tersebut. (bcg/net/jpnn/c9/ttg) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN