JPU Hadirkan Saksi Ahli Toksikologi dan Saksi Ahli Hukum Pidana

Angka Keluar Hk Jakarta -Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, hari ini. Kedua saksi ahli itu adalah ahli toksikologi I Made Agus Gelgel dan ahli hukum pidana Universitas Gajah Mada Edward Omar Syarif Hiariej. Pada awal persidangan, penasihat hukum terdakwa Jessica, Otto Hasibuan, merasa keberatan karena JPU tiba-tiba menghadirkan saksi ahli hukum pidana dalam sidang hari ini. Karena, menurutnya, agenda sidang hari ini hanya menghadirkan saksi toksikologi. Otto juga mempertanyakan independensi keterangan ahli hukum pidana nanti di dalam persidangan. Merespon hal itu, JPU Ardito Muwardi menuturkan, alasan pihaknya menghadirkan ahli pidana dalam sidang hari ini. Menurutnya, saksi ahli akan menjelaskan keahliannya dalam koridor hukum pidana. Perdebatan antara JPU dan penasihat hukum Jessica pun terjadi. Kemudian, Ketua Majelis Hakim Kisworo meminta kedua belah pihak untuk tidak berdebat. Setelah bermusyawarah dengan hakim anggota, Kisworo akhirnya mempersilahkan saksi ahli hukum pidana menjelaskan pendapatnya sesuai keahlian, dengan catatan tidak memberikan kesimpulan. “Setelah kami (majelis hakim) bermusyawarah, ahli hukum pidana akan kita dengar pendapatnya. Tapi tidak boleh membahas kasus, fakta, dan menyimpulkan. Hanya sebatas proporsi keahliannya,” ujar Kisworo, di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (25/8). Kisworo menambahkan, kalau saksi ahli memberikan kesimpulan, silakan penasihat hukum menyampaikan keberatannya. Sidang akhirnya dilanjutkan dengan mengambil sumpah kedua saksi ahli. Selanjutnya, ahli toksikologi I Made Agus Gelgel, diberikan kesempatan untuk menyampaikan keterangannya terlebih dulu. Sebelumnya diketahui, Agus Gelgel sebenarnya dijadwalkan menjadi saksi ahli pada sidang kasus kopi beracun, Kamis (18/8) lalu. Namun, karena Jessica sakit akhirnya persidangan ditunda hingga hari ini. Bayu Marhaenjati/PCN BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu