Bukan Messi, Itu Mascherano

Agen Bola Terpercaya Para pemain belgia lebih memilih untuk mengirimkan bola jauh langsung kepada penyerang dibanding harus melewati area Mascherano. Semua mata tertuju pada satu nama kala Argentina bermain, termasuk di babak semifinal melawan Belanda pada hari Kamis (10/7) dini hari WIB. Siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. Sayangnya, Messi tak terlalu memberikan kontribusi pada laga malam itu, meski Argentina dipastikan lolos ke babak final melalui drama adu penalti. Padahal, banyak yang berharap Messi akan kembali menunjukkan tajinya saat bermain melawan tim asuhan Louis van Gaal. Namun di balik nama besar Messi, ada satu nama yang sebenarnya pantas untuk diberikan apresiasi atas segala kerja kerasnya sepanjang Piala Dunia tahun ini berlangsung. Javier Mascherano. Tak kenal lelah, sulit ditaklukkan dan pantang menyerah menjadi kelebihan yang dimiliki Mascherano. Kita bisa melihat bagaimana reaksi para pemain Belgia terhadap cara bermain Mascherano dan pengaruh yang ia berikan terhadap tim-tim lain. Tim asuhan Marc Wilmots lebih memilih untuk mengirimkan bola jauh langsung kepada penyerang dibanding harus melewati area Mascherano.Seperti dikutip , Bahkan, ia seharusnya tidak diperkenankan bermain pada pertandingan kontra Belanda setelah kehilangan kesadaran saat kepalanya mengalami benturan keras. Beruntung bagi Argentina, FIFA belum menyadari bahaya dibalik gegar otak. Meski demikian, Mascherano masih cukup kuat. Bahkan, di saat Messi tak bisa berbuat apa-apa, Mascherano dapat memberikan perbedaan. Dan faktanya memang demikian. Bukan Messi yang menjadi kunci permainan dari taktik Alejandro Sabella, tapi Mascherano. Ia membuat satu dari beberapa tackle penting di pertandingan kali ini yang akhirnya mampu menghentikan kecepatan Arjen Robben. Memang, bila melihat peristiwa lalu, terlalu muluk bila mengharapkan Belanda dapat memenangkan dua drama adu penalti sekaligus dalam satu kompetisi. Apalagi pada pertandingan malam itu Van Gaal tak lagi bisa menurunkan Krull dan terpaksa memainkan Jaspe Cillessen yang notabenenya belum pernah menyelamatkan satu pun tendangan penalti. Tentu ini bukanlah sepenuhnya kesalahan Cillessen. Ron Vlaar berkontribusi atas tersingkirnya Belanda. Sebagai penendang penalti pertama, ia mengarahkan bola lurus kepada Sergio Romero.Padahal, sebelumnya kontribusiVlaar untuk Belanda sangat besar. Banyak yang membicarakan tentang penampilan apiknya sejauh ini, namun semua itu ditutup dengan kegagalannya sebagai penendang pertama. Tapi yang terjadi sudahlah terjadi. Toh, pencapaian hingga ke babak semifinal menjadi prestasi tersendiri bagi Belanda yang sebelumnya memperkirakan timnya hanya memiliki kesempatan 20 persen untuk menembus babak perempat final sebelum Piala Dunia 2014 dimulai. Kesuksesan mereka mencapai semifinal dengan mengalahkan Spanyol, Austria, Chile, dan Meksiko merupakan bukti dari kedisiplinan dan semangat tim. Kembali ke Argentina, yang dapat dikatakan belum tampil meyakinkan, akan menghadapi Jerman di partai puncak. Messi mungkin tetap menjadi tumpuan atau bahkan sorotan, namun peran Mascherano masih sangat dibutuhkan. Apalagi, mereka akan menghadapi sebuah tim yang baru saja mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 7-1. Dan kesalahan sekecil apapun bisa mengubah segalanya.ot intimidated

Sumber: Supersoccer.co.id