MSF: Warga Sipil Kongo Tersiksa dalam Diam

RIMANEWS- Menurul laporan badan kemanusiaan internasional MSF (Médecins Sans Frontières) Republik Demokratik Kongo ( DRC ) kini hidup dalam krisis medis dan kemanusiaan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa negara tersebut kini dilanda kekerasan dan dalam situasi darurat yang membutuhkan banyak tenaga medis. Laporan ini disampaikan MSF pada hari Senin (3/3), menurut data MSF rakyat Kongo yang tinggal di provinsi-provinsi timur terganggu oleh konflik terjadi. Namun penderitaan mereka tak terkuak oleh siapapun. Kekerasan di Kongo terjadi karena kelompok-kelompok bersenjata dan milisi Kongo tidak membedakan target serangan antara warga sipil dan pemberontak. Baca Juga 340 Pengungsi Tewas di Laut Mediterania Kejahatan Perang Tentara AS di Afghanistan akan Diselidiki 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh Dilansir dari Al Jazeera, laporan tersebut melihat adanya penyalahgunaan kekuasaan, pelecehan, pembantaian, kekerasan, penargetan sasaran, yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap warga sipil. Setiap harinya MSF dihadapkan pada masalah medis yang diakibatkan oleh kekerasan yang terjadi di rumah sakit, pusat-pusat kesehatan, dan klinik-klinik keliling di Kongo. Selain itu MSF menambahkan, dari hasil temuannya menunjukan bahwa orang menunda mengunjungi pos kesehatan atau meninggalkan rumah mereka, dan hal ini menghambat akses pelayanan kesehatan kepada mereka. Tenaga medis dan rumah sakit secara teratur diserang , yang menyebabkan paramedis kesulitan menyelamatkan nyawa para penduduk yang menderita. DRC telah terlibat dalam konflik dan krisis politik selama bertahun-tahun, sejak masa penggulingan Mobutu Sese Seko pada tahun 1997. Tentara pemberontak umumnya berasal dari berbagai tentara, termasuk pengungsi Rwanda yang dituduh bertanggung jawab dalam kasus genosida tahun 1994 di Rwanda. Mereka memiliki kamp di sebelah timur negara Kongo. Pemberontak ini berseteru dengan tentara Kongo memperebutkan ladang mineral. Selain itu, temuan MSF lainya menyebutkan bahwa konflik tersebut meningkatkan kekerasan seksual di DRC dibanding negara lainnya di seluruh dunia. Pada tahun 2012, tim MSF telah menyediakan perawatan medis untuk total 4.037 wanita, pria dan anak-anak atas insiden kekerasan seksual di lokasi proyek yang berbeda. Meski kasus kekerasan seksual ini terus ditangani, jumlah korban tidak menurun selama lima tahun lebih. Selain trauma fisik yang diderita oleh korban kekerasan seksual, terdapat sejumlah besar konsekuensi medis, termasuk risiko HIV / AIDS, IMS dan komplikasi serius bagi kesehatan reproduksi. Sementara, wanita hamil mungkin jatuh dari serangan , dan wanita yang hamil pada saat risiko serangan kehilangan janin. (zi/RM/aljz) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , Rwanda , Kongo , Genosida , MSF , Internasional , Rwanda , Kongo , Genosida , MSF , Internasional , Rwanda , Kongo , Genosida , MSF

Sumber: RimaNews