Pertarungan Mega-Bintang: Madrid vs Barca

VALENCIA, RIMANEWS — Neymar dan Gareth Bale menjadi dua pemain transfer termahal di La Liga, musim panas lalu. Sejak itu, kedua pemain memerankan tugas penting yang berbeda untuk klubnya masing-masing. Neymar memberi sokongan besar untuk Barcelona, kendati perannya hilang ditelan oleh kinerja luar biasa Lionel Messi. Bale tak kalah apik di Real Madrid, namun juga tenggelam dalam bayang-bayang Cristiano Ronaldo. Kamis (17/4) dini hari WIB nanti, kedua winger itu akan bertemu untuk tugas yang sama, memenangkan timnya di final Copa del Rey di Stadion Mestalla, Valencia. Barcelona akan bertemu dengan Madrid di partai puncak. Baca Juga Madrid Punya Penerus Titisan Zidane Terbang ke Brasil, Mascherano dan Messi Numpang Jet Pribadi Neymar Boaz Solossa Jadi Perhatian Khusus Bek Vietnam Neymar datang dari Santos ke Nou Camp dengan banderol 57 juta euro atau Rp 900 miliar, sementara Bale tiba di Bernabeu dari Tottenham Hotspur dengan harga 100 juta euro (Rp 1,58 triliun). Neymar gagal menjadi mesin gol yang diharapkan oleh Barcelona. Sepanjang musim ini, penyerang Brasil itu baru mencetak sembilan gol di La Liga, empat di Liga Champions, dan satu di Copa del Rey serta Piala Super Spanyol. Bale lebih sering merusak gawang lawan. Pemain asal Wales itu menyumbang 14 gol di La Liga dan lima di Liga Champions. Tapi jika dikalkulasi berdasarkan harga sang pemain, Madrid membayar lebih mahal. Mereka mengeluarkan sekitar 5,3 juta euro per gol untuk Gareth Bale, sementara Barcelona hanya 3,8 juta euro per gol untuk Neymar. Meski dalam taktik permainan seorang winger dituntut menyumbang gol untuk klub, memberikan assist bisa sama berharganya. Bale dan Neymar telah melakukan itu untuk klub. Namun sekali lagi, Bale lebih produktif. Neymar sejauh ini baru memberi 11 assist, sementara Bale yang terlambat turun pada musim pertamanya di Madrid karena cedera dan kesulitan beradaptasi, justru lebih terampil. Dia memberi 15 assist yang berbuah gol untuk rekan-rekan satu timnya. Musim ini, Neymar menciptakan total 55 peluang, dengan tingkat keberhasilan 85 persen. Pemain Brasil itu rata-rata juga melakukan 3,5 kali drible per pertandingan. Kelemahan paling menyolok Neymar adalah, dia melakukan dua kesalahan per pertandingan dan hanya 56% tembakannya yang mengarah ke sasaran. Bale melakukan 1,2 kesalahan per laga dan melepas 78% tembakan akurat dari 44 peluang yang diciptakannya musim ini. Jika dua pemain ini dibandingkan berdasarkan harga kontrak, Neymar jelas favorit. Tapi, Bale mencetak lebih banyak gol dan memberikan assist lebih banyak daripada Neymar tahun ini, meski bermain dalam satu pertandingan lebih sedikit. Neymar didatangkan dengan biaya ’’kecil’’, tapi belum memberikan kontribusi yang selevel Bale. Madrid membayar 43 juta euro lebih mahal untuk Bale dibanding yang dikeluarkan Barca untuk Neymar, tapi Los Blancos mendapatkan lebih. Selain itu, Bale berkembang pesat di Liga Champions. Uang bukanlah segalanya. Sebagian besar klub bersedia membayar lebih untuk pemain yang lebih baik. Sekarang sangat mudah untuk mengatakan bahwa pemain sayap Wales itu lebih sukses untuk klubnya di titik ini. Ketika Neymar masih berjuang untuk mengunci satu tempat permanen di Barca, Bale telah menjadi nama yang tak terbantahkan dalam line-up Carlo Ancelotti. Tetapi menghitung jumlah gol, peluang, dan tembakan akan terlihat konyol jika semua itu tidak membawa dampak ke kemenangan. Jadi, yang paling penting bukanlah berapa banyak gol yang mereka cetak, melainkan berapa kali keduanya membantu tim memenangi pertandingan. Itu akan dibuktikan oleh Neymar dan Bale. Yang terbaik adalah yang memberikan kemenangan untuk timnya, tak peduli berapa harga dan gol mereka. [ Reuter / SM / RM ] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Madrid , Mega , Barca , Bintang , Bale , Neymar , Olahraga , Madrid , Mega , Barca , Bintang , Bale , Neymar , Olahraga , Madrid , Mega , Barca , Bintang , Bale , Neymar , Olahraga

Sumber: RimaNews