Cerita Mesut Oezil tentang Tekanan Bermain untuk Real Madrid

Metrotvnews.com, London: Gelandang Arsenal, Mesut Oezil mengatakan pernah menolak Manchester United demi bisa bergabung bersama Real Madrid. Momen tersebut terjadi pada musim panas 2010. Kejadian itu bermula saat Oezil yang mampu membawa Jerman berada di peringkat ketiga Piala Dunia 2010, mendadak kebanjiran tawaran dari klub besar. Ketika itu usianya masih 21 tahun dan menjadi pemain muda bertalenta. Baca juga: Hanya Menang Sekali, Osasuna Pecat Pelatih Salah satu klub yang mengincarnya adalah Manchester United. Pada saat itu striker United, Wayne Rooney meminta Sir Alex Ferguson untuk membawanya ke Old Trafford. “Setelah Piala Dunia 2010, saya banyak diinginkan oleh klub-klub besar,” ujar Oezil. Baca juga Barcelona Permak Hercules untuk Lolos ke Perempat Final Koke Optimistis Simeone Bertahan di Atletico “Real Madrid Beruntung Bisa Duduki Singgasana La Liga” Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Namun Jose Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Madrid, bergerak cepat untuk membujuk Oezil. Dengan bujuk rayu ala The Special One, Oezil pun merapat bersama El Real dengan banderol berkisar 15 juta Euro. “Idola saya adalah (Zinedine) Zidane dan ia bermain untuk sebuah klub besar seperti Madrid, dan ketika saya mendengar mereka membuat tawaran untuk saya, terutama (Jose) Mourinho, saya berbicara dengan dia di telepon,” lanjutnya. “Ide-ide dari Mourinho. Apa yang dia pikir tentang saya sebagai pemain, saya percaya dia dan membuat saya yakin untuk pindah ke Madrid,” terang mantan pemain Werder Bremen tersebut. Musim pertama di Madrid berjalan baik buatnya, Oezil tampil 36 laga di La Liga dan berhasil membawa El Real meraih Copa del Rey. Begitu pun dengan apa yang dialaminya pada musim kedua. Ia tampil sebanyak 35 pertandingan dan menghasilkan juara La Liga. Roda terus berputar dan memasuki musim ketiga serta keempat, Oezil mulai merasakan masa-masa sulit di Santiago Bernabeu. Bahkan pada musim 2013–2014, pemain berusia 28 tahun ini hanya tampil sebanyak dua kali selama satu musim. Baca juga: Oezil Mengaku Berteman Baik dengan Ramos “Tapi semuanya berbeda, Madrid adalah tim yang sangat besar. Jika Anda pergi dari Werder Bremen – mungkin sebagai pemain muda berbakat – untuk seperti klub besar dan pemain besar, pertama kali Anda duduk di sana, apa yang bisa Anda katakan? Kamu bukan apa-apa,” sambungnya. “Jika Anda bermain untuk Real, bahkan jika Anda menahan imbang dengan Barca, itu adalah hal terburuk. Anda harus memenangkan setiap pertandingan. Jika Anda menang 10 berturut-turut dan kemudian mungkin imbang di kandang melawan klub kecil, setelah itu, Anda mendapatkan tekanan langsung, jadi saya benar-benar belajar di sana untuk mengontrol tekanan. Ya, cukup menikmatinya,” tandasnya. (express) Video Para Pemain Real Madrid Terima Mobil Baru dari Audi (FIR)

Sumber: MetroTVNews