Wall Street Menguat Tipis Respons Risalah The Fed

Rimanews – Saham-saham di bursa Wall Street ditutup menguat tipis setelah mengalami perdagangan yang penuh gejolak. Pergerakan itu terjadi setelah kKeluarnya risalah pertemuan Bank Sentral AS yang mengindikasikan bahwa otoritas moneter tetap pada jalur kenaikan suku bunganya pada tahun ini. Sebagian besar indeks bergerak antara teritori positif dan negatif setelah munculnya kabar dari The Fed tersebut, karena para pialang mencari petunjuk kapan tepatnya kenaikan suku bunga akan diberlakukan. Pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga pertama akan dilakukan pada September atau setelah itu. Baca Juga DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Ekspektasi kenaikan suku bunga pada September itu mengacu pada data upah tenaga kerja Maret yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga menekankan pelemahan pertumbuhan ekonomi. Pada perdagangan Rabu (8/4/2015), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,09 poin (0,15 persen) menjadi ditutup pada 17.902,51. Indeks berbasis luas S&P 500 naik 5,57 poin (0,27 persen) menjadi berakhir di 2.081,90, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 40,59 poin (0,83 persen) menjadi 4.950,82. Sentimen positif didapatkan dari aktivitas sektor kesehatan, tetapi pelemahan sektor energi menghambat kenaikan indeks. Saham-saham energi melemah seiring anjloknya lagi harga minyak. Saham Mylan melonjak hingga 14,8 persen ke USD 68,36 setelah produsen obat generim menawarkan pembelian Perrigo Co senilai USD 29 miliar. Saham Perrigo melonjak hingga 18,4 persen. Harga minyak berjangka AS merosot hingga 6,6 persen ke USD 50,42 per barel. Hal itu menyebabkan indeks Energi S&P turun 1 persen. Saham Exxon Mobil turun 2%, Chevron Corp turun 1,7%. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : wall street , investasi , Ekonomi

Sumber: RimaNews