Disdikpora Minta Kepala Sekolah Jujur Saat UN

Rimanews – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali meminta para kepala sekolah di Pulau Dewata dapat menyelenggarakan Ujian Nasional 2016 dengan transparan, jujur dan bertanggungjawab. “Kami tidak mau jika sampai anak-anak terbaik kita menjadi korban akibat ketidakjujuran penyelenggaraan UN yang dilakukan pihak sekolah,” kata Kadisdikpora Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani, di Denpasar, Jumat (25/03/2016). Baca Juga JK: Masjid Harus Moderen KPK Ajari Anak-Anak Bahaya Korupsi “Perasaan Saya Hancur” Pihaknya tidak mengharapkan kalau sampai anak-anak menjadi “korban” karena hasil UN SMA/SMK yang didapatkan siswa untuk tahun ini akan menjadi salah satu referensi ketika mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bahwa hasil yang didapat akan dijadikan salah satu referensi,” ucapnya. Oleh karena itu, ujar TIA, jangan sampai anak-anak yang cerdas tidak diterima di perguruan tinggi gara-gara nilai integritas sekolahnya rendah berdasarkan hasil penilaian Kemendikbud. Dia menambahkan, Disdikpora Provinsi Bali dan kabupaten/kota juga sudah berkomitmen bahwa dalam penyelenggaraan UN 2016 akan dilaksanakan secara berintegritas. Komitmen tersebut juga sudah disaksikan oleh Pimpinan Ombudsman RI dan perwakilan Bali dalam acara coffee morning bertajuk “Mewujudkan UN yang Berintegritas di Provinsi Bali” pada Kamis (24/3). Untuk mendukung pelaksanaan UN yang berintegritas, TIA meminta supaya kepala sekolah dapat menggunakan POS UN sebagai panduan. Sedangkan untuk mengantisipasi perilaku curang saat UN seperti beredarnya kunci jawaban hingga keboocoran soal, pihaknya mengharapkan peran masyarakat dan media untuk turut mengawasi. “Jangan sampai sekolah maupun siswa diintervensi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang kebenarannya tidak bisa dipastikan,” tegas TIA. UN 2016 tingkat SMA dengan sistem “paper based test” akan dilaksanakan pada 4-6 April 2016, sementara untuk SMK dari 4-7 April 2016. Sedangkan sekolah yang menggunakan UN dengan sistem “computer based test” untuk SMA dari 4-7 April 2016 dan 11-12 April, dan untuk SMK 4-7 April 2016. Jumlah peserta UN SMA/MA, SMALB dan SMK untuk UN 2016 tercatat 53.860 siswa yang terdiri atas 25.818 siswa SMA, 959 siswa MA, 42 siswa SMALB dan 27.041 siswa SMK. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : UN 2016 , Disdikpora , Bali , pendidikan , Budaya

Sumber: RimaNews