DKFT Disarankan Tak Hentikan Eksplorasi Bijih Nikel

RIMANEWS-PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) dikabarkan mulai melirik penambangan mineral lain di luar nikel untuk mengantisipasi turunnya pendapatan. Hal tersebut dilakukan pasca penghentian kegiatan ekspor bijih nikel DKTF, akibat larangan ekspor mineral mentah. Analis Trust Securities (TrusSec) Reza Priyambada melihat, kemungkinan DKFT akan mengakuisisi tambang bijih besi yang ada di Indonesia, baik yang masih aktif ataupun yang non aktif mengingat bijih besi termasuk jenis mineral mentah yang masih boleh diekspor, tanpa perlu diolah menjadi produk turunan. Di sisi lain, produksi dan kegiatan ekspor bijih nikel DKFT dikabarkan sudah berhenti. Padahal, selama ini, satu-satunya pendapatan DKFT berasal dari kegiatan ekspor bijih nikel. “Jika kita lihat laporan keuangan DKTF kuartal III-2013, pendapatan bersih perusahaan sebesar Rp 581,13 miliar sepenuhnya dari ekspor nikel ke pihak ketiga. Adapun kami rincikan sbb, dari Ivoryline Investment Ltd (Inggris) sekitar 83,14% atau Rp 483,2 miliar, Shanxi Minmetals Industrial and Trading Co.Ltd (Cina) senilai Rp 41,97 miliar atau 7,22%, Minecore Resources Inc. (Hong Kong) sejumlah Rp 35,33 miliar, dan Glencore International AG (Swiss) sebesar Rp 20,62 miliar,” tutur Reza. TrustSec mengharapkan DKTF tidak akan menghentikan kegiatan eksplorasi bijih nikel pada tahun ini sehingga masih dapat melakukan kegiatan eksplorasi bijih nikel di Morowali, Sulawesi Tengah untuk menunjang pasokan bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan nickel pig iron (NPI) yang sedang dibangun. Pabrik smelter ini dikabarkan dapat mengolah hingga 320.000 ton dalam 6 tahun hingga 7 tahun ke depan. Untuk sementara, pabrik yang akan beroperasi akhir 2015 ini direncanakan berkapasitas produksi 160.000 ton. DKFT 368-378 Baca Juga DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Pemerintah Tetapkan Patokan Harga Ayam Saat ini Chart DKFT masih berada di area oversold dan belum menunjukkan adanya potensi upreversal. Untuk itu disarankan melakukan aksi jual jika gagal bertahan di level 370. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bursa , Mineral , Nikel , DKFT , Bursa , Mineral , Nikel , DKFT , Bursa , Mineral , Nikel , DKFT

Sumber: RimaNews