Bek PSM Makassar, Kwon Jun Terindikasi Menderita Tifus

– Stopper tangguh PSM Makassar, Kwon Jun , kemungkinan masih lama menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros. Pemain asal Korea Selatan tersebut terindikasi menderita tifus. Kemarin, Rabu (28/3), Kwon dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala demam yang cukup tinggi hingga 38 derajat celcius. Gejala tersebut sudah ia rasakan sejak Selasa (27/3) kemarin. Dari hasil pemeriksaan laboratorium rumah sakit Awal Bros, terungkap jika Kwon mengalami gejala penyakit tifus. Dokter tim PSM, Indra Chuandy, yang mendampingi Kwon mengatakan bahwa kondisi Kwon saat ini masih lemas dan sedang terbaring di rumah sakit dengan selang infus masih menghiasi tangannya. “Kwon saat ini sudah sementara diinfus dan diberikan obat-obatan suntikan. Dari hasil pemeriksaan lab kemarin diketahui kalau Kwon mengalami sakit tifus. Itulah penyebabnya dia mengalami demam yang sangat tinggi hingga 38 Derajat Celcius,” ujar Indra, Kamis (29/3). “Dia harus banyak-banyak beristirahat, makanya belum bisa dijenguk dulu banyak-banyak orang,” lanjutnya. Mengetahui Kwon kena tifus, pelatih PSM Makassar , Petar Segrt , dirundung rasa kekhawatiran. “saya dan pemain lainnya sangat khawatir dengan kondisinya. Saya berharap Kwon Jun cepat membaik sebelum kita ke Jepara nanti,” ujar Petar saat memimpin latihan di Lapangan Karebosi, Kamis (19/3). Empati juga diungkapkan kapten kapten tim Andi Oddang . Ia berharap agar kondisi pemain bertinggi badan 188 cm itu bisa segera pulih dan bergabung bersama rekan rekannya yang lain. “Semoga Kwon cepat sembuh. Kami semua teman-teman mendoakan dia,” ujarnya. Sakitnya Kwon tentu membuka peluang bagi pemain asing anyar PSM, Christian Alejandro Febre Santis , untuk unjuk kebolehan. Febre bisa saja dipilih Petar menggantikan Kwon saat PSM bertandang ke Persijap Jepara , 8 April mendatang. “Kwon masih sakit tifus dan temperatur tubuhnya masih sama seperti kemarin. Dia kini masih di rumah sakit. Saya akan menjenguknya beserta para pemain, kami akan memberinya dukungan supaya cepat sembuh dengan membawakannya buah-buahan,” ujar Petar. “Pemulihan kondisi itu yang perlu. Saya belum mengetahui apakah akan bisa membawa Kwon nanti ke Jepara, karena masih akan dipantau lagi kondisi kesehatannya. Jika kwon tak bisa, maka Febre akan saya turunkan,” lanjutnya. Pilihan Petar ke Febre bukan tanpa alasan. Karena sebelumnya Petar memang sudah mengatakan bahwa dirinya membutuhkan stopper yang bertubuh tinggi di bagian belakang untuk menghalau pergerakan penyerang lawan sekaligus bola-bola lambung. Selama ini, Kwon memang menjadi tumpuan PSM di lini belakang berduet dengan Ketut Mahendra. Dengan postur tubuh yang lebih tinggi dari rekan-rekannya, Kedua jangkar ini memang efektif untuk menghalau pergerakan striker lawan. Jadi, meski tanpa Kwon, Petar tidak terlalu risau karena Febre juga postur tinggi. “Itulah makanya saya butuh Febre di belakang jika Kwon tak bisa tampil melawan persijap nanti,” ujarnya. Dalam latihan di lapangan Karebosi kamis (29/3) sore, Petar sangat fokus menempa Febre untuk menahan gempuran pemain lawan. Bahkan, ia diberi latihan khusus sebagai stopper saat tim Ayam jantan dari timur menggelar latihan teknis. Petar melihat ada beberapa nilai plus yang disandang Febre saat menghadapi Persijap Jepara. Selain karena tinggi badannya yang proporsional, ia melihat Febre memiliki tendangan bebas akurat. Selain itu, Febre sudah banyak tahu tentang kekuatan Persijap. Pemain asal Persiraja Banda Aceh itu sempat mengikuti seleksi di tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu meskipun akhirnya ditolak oleh sang pelatih Agus Yuwono. Selain itu, Febre sempat mengantarkan timnya, Persiraja Banda Aceh mengalahkan Persijap 2-1 dan Febre ikut menyumbang satu gol untuk Persiraja kala itu (bola/dzi)

Sumber: Bola.net