LADI Tunggu Laporan PB PON soal Indikasi Doping pada Atlet

Jakarta – Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) masih belum bisa memutuskan langkah terkait sampel 12 atlet terduga doping. LADI masih tunggu laporan PB PON. Seperti diberitakan sebelumnya, PB PON bersama-sama KONI Pusat telah mengirim sekitar 470 sampel urine untuk dilakukan tes doping di National Dope Testing Laboratory, New Delhi, India. Dari hasil pemeriksaan awal yang sudah keluar, dinyatakan ada 12 sampel terindikasi positif doping. Hingga kini Kemenpora bersama-sama PB PON masih menunggu hasil dokumen resmi yang dikirim laboratorium India, yang akan diterima pada pekan kedua Desember 2016. Sejalan dengan itu, LADI juga belum bisa berbuat banyak. Wakil Ketua LADI Bayu Rahardian menekankan pihaknya baru bisa bergerak jika ada laporan resmi dari PB PON terkait hasil pemeriksaan doping, untuk selanjutnya bersama-sama membentuk result management sebagai tindak lanjutnya. “Karena setelah itulah baru bisa diproses melalui hearing dan pengamban keputusan. Tentunya dikoordinasikan juga dengan International Federation (IF) atau PB/nasional. Tapi patokannya tetap IF,” ujar dia melalui pesan singkatnya kepada detikSport , Selasa (29/11/2016). Sementara soal hukuman terhadap atlet yang terbukti menggunakan doping, akan tergantung pada proses lanjutan, antara lain sesi dengar pendapat dan bukti-bukti lain. “Iya semua itu tergantung hasil temuan hearing dan bukti-bukti lainnya: seperti misalnya ternyata atlet A tidak tahu pelatihnya kasih obat,” sebut Bayu. “Besar hukuman juga pun tergantung International Federationnya,” tukasnya. (mcy/raw)

Sumber: Sport Detik