Semburan Lumpur di Bojonegoro Berhenti

Rimanews – Semburan lumpur di Desa Jari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhenti sejak tiga hari lalu. Namun, polisi tetap memberikan batas garis polisi karena meski lumpur berhenti, masih ada gas. Waki, seorang perangkat Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, mengatakan, masih ada tiga titik yang mengeluarkan gas bercampur air dengan kondisi tidak lagi keruh, tapi jernih. Baca Juga Demokrat: Tak perlu menyindir kebijakan masa lalu Sidang Ahok dipindah, pengunjung tetap dibatasi Bukan main bom, Djarot cerita Islam di Indonesia “Semburan gas di lokasi masih ada, karena di tiga titik semburan muncul gelembung-gelembung udara dan air,” ucapnya. Ditambahkannya, sungai Keramat, yang selama ini menjadi buangan semburan lumpur, yang semula keruh, kini juga menjadi jernih. “Sungai Keramat yang semula keruh, sekarang sudah jernih kembali,” kata dia. Bahkan, kata dia, ahli tektonik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, memastikan air yang keluar dari semburan baik bagi tanaman. “Air yang keluar dari semburan tidak berbahaya, justru bagus untuk tanaman, karena mengandung zat yang menyuburkan tanaman,” katanya. Terkait pengunjung, katanya, tidak berkurang, bahkan meningkat yang datang dari luar daerah, seperti Surabaya, Nganjuk, juga daerah lainnya. “Pengunjung tetap mendekat, meskipun ada papan larangan awas gas berbahaya dan tanah amblas,” ucapnya. Semburan lumpur bercampur air dan gas di Desa Jari, Kecamatan Gondang, diketahui warga pada 7 April, yang sebelumnya didahului dengan gempa dengan berkisar 2,5-4 skala richter. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Lumpur Bojonegoro , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews