Kamerun Juara Piala Afrika 2017

Vincent Aboubakar mengantarkan Kamerun meraih gelar juara Piala Afrika lewat gol penentu kemenangan 2-1 atas Mesir di babak final di Gabon pada Senin dini hari WIB. Kamerun sempat tertinggal terlebih dulu setelah gawang mereka dibobol Mohamed Elneny di menit 22.
Kamerun berhasil menyamakan skor di menit 59 lewat Nicolas N’Koulou. Dan, kemenangan Kamerun ditentukan dua menit sebelum waktu normal berakhir lewat gol Aboubakar.
Ini menjadi gelar Piala Afrika kelima kalinya buat Kamerun.
Kamerun, yang delapan pemainnya mengundurkan diri sebelum turnamen, bangkit dari tertinggal satu gol setelah gelandang Mohamed Elneny membawa Mesir memimpin pada pertengahan babak pertama.
Nicolas Nkoulou menyamakan kedudukan pada menit ke-60 dan, ketika Mesir kelelahan, Kamerun terlihat menemukan darah segar, menciptakan sejumlah peluang sebelum Aboubakar mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-88 setelah menguasai bola dengan dadanya dan mengecoh bek Ali Gabr.
Ini merupakan gelar perdana Kamerun sejak 2002 dan mencegah Mesir kembali dengan gemilang ke turnamen ini yang terakhir kali mereka menangi pada 2010, sedangkan di saat yang sama memberikan kekalahan pertama kepada tim Afrika Utara dari 25 pertandingan Piala Afrika terhitung sejak 2004.
Mesir mendominasi penguasaan bola pada awal pertandingan, dan memimpin setelah menit ke-22 ketika pertahanan Kamerun tampil terlalu statis.
Elneny mendapat bola di area pertahanan dan, dengan para bek dan kiper mengira ia akan mengirim umpan ke kotak penalti, sang gelandang melepaskan tembakan yang sukses bersarang ke gawang.
Kamerun menciptakan sedikit peluang pada babak pertama dan hanya dapat melepaskan tembakan jarak jauh, namun mereka meningkatkan intensitasnya pada babak kedua dan mulai mengendalikan permainan.
Mereka menyamakan kedudukan ketika pemain pengganti Nkoulou melompat tinggi untuk menyundul umpan silang dari Benjamin Moukandjo, gol kedua yang bersarang di tim Afrika Utara ini pada turnamen tahun ini.
Kamerun melancarkan gelombang serangan ketika Mesir terlihat akan bertahan dan menuju perpanjangan waktu serta adu penalti.
Kelihatannya pertandingan akan menuju fase itu di mana Kamerun menyia-nyiakan sejumlah peluang sampai momen bagus dari Aboubakar dua menit sebelum pertandingan usai.
Ia mengendalikan bola dengan dadanya di kotak penalti dan, saat Ali Gabr menghalanginya, ia sukses mengecoh bek itu dan melepaskan bola ke sudut jauh gawang.
Bagi pelatih Mesir Hector Cuper ini semakin mengecewakan. Kalah pada lima final di sepak bola level klub, termasuk dua kali di Liga Champions, ia kini kembali menjadi pecundang pada partai puncak di level internasional.
Namun bagi tim muda Kamerun, ini merupakan momen tidak terduga pada turnamen, di mana negara itu akan menjadi tuan rumah dua tahun lagi sebagai juara bertahan.

Iman Rahman Cahyadi/CAH
Antara/Reuters

newenglandsportscountry.com agen judi bola Sumber: BeritaSatu