6,2 Juta Siswa Belum Cairkan KIP

Jakarta – Sebanyak 6,2 juta siswa dari 17,9 juta siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum mencairkan dana dari pemerintah untuk tahun anggaran 2016 hingga batas waktu yang ditetapkan, yakni 31 Oktober 2016. Hal itu terjadi karena pemegang KIP tak mendaftarkan diri ke sekolah, sehingga tidak masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik). Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemdikbud) Hamid Muhammad kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/11). Dikatakan, dari total 17,9 juta penerima KIP, yang sudah terdaftar di dapodik baru 11,7 juta siswa. Artinya, lebih dari enam juta penerima yang belum melakukan pencarian. Hamid mengaku pihaknya telah mengimbau kepada sekolah untuk segera mendaftarkan siswa penerima KIP ke dapodik sebelum Oktober 2016. Pasalnya, penerima yang belum terdaftar hingga akhir Oktober tidak dapat mencairkan dana bantuan pemerintah pada tahun ini. Selama November-Desember 2016, pemegang KIP tetap bisa mendaftarkan diri ke sekolah, lalu datanya dimasukkan ke dapodik, tetapi pencairan dana baru bisa dilakukan pada 2017. “KIP disalurkan hingga 31 Oktober tahun ini. Tetapi, memasukkan data ke dapodik tak dibatasi karena akan kita siapkan penyalurannya tahun depan. Kami tak bisa tunggu sampai akhir tahun, karena kami batasi waktu penyaluran anggaran ini,” kata Hamid. Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pencairan dana bagi penerima KIP yang telah terdaftar di dapodik per Oktober 2016 masih dalam proses penuntasan. Hingga pekan lalu, sekitar 70 persen dana KIP telah dicairkan. Seperti diketahui, siswa SD pemegang KIP mendapat dana bantuan pemerintah Rp 450.000 per tahun, SMP Rp 750.000, dan SMA Rp 1.000.000. KIP dikirim langsung ke rumah siswa atau kelurahan dan bukan ke sekolah. Maria Fatima Bona/AB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu