Djarot Sebut Pasar Palmerah Butuh Revitalisasi

Jakarta – Seusai menghadiri sidang pertama terkait kasus pengadangan kampanye di Kembangan, Jakarta Barat yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI, Djarot Saiful Hidayat menyempatkan diri blusukan ke Pasar Palmerah, Jakarta Barat. “Iya tadi saya ke Pasar Palmerah. Selain untuk melihat kondisi pasar itu, juga mau belanja buah. Kan kamu tahu sendiri, saya suka minum jus tiap hari,” kata Djarot saat ditemui di rumah pemenangan Rumah Borobudur, Jalan Borobudur No. 18, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/12). Ia melihat pasar Palmerah merupakan pasar yang sudah tua dan membutuhkan revitalisasi. Dan itu termasuk salah satu keluhan yang disampaikan para pedagang pasar Palmerah. “Itu kan pasar lama sudah tua dan butuh revitalisasi. Itu keluhan para pedagang juga. Terutama mereka tidak bisa jualan dengan nyaman,” ujarnya. Saat blusukan, ia melihat konsep pembangunan Pasar Palmerah sangat kuno. Karena tidak ada fasilitas yang baik, membuat pengunjung malas menuju lantai atas. Akibatnya para pedagang yang ada dilantai atasi sepi pembeli. “Dan kalau dilihat dari lantai ke lantai, saya bisa pastikan lantai atas sepi. Karena konsepnya kuno,” tuturnya. Oleh karena itu, revitalisasi Pasar Palmerah akan dimasukkan ke dalam Program revitalisasi pasar tradisional yang saat ini sedang dilakukan oleh PD Pasar Jaya. “Pasar-pasar seperti ini yang harus kita programkaan kedepan untuk kita renovasi total. Sekaligus atasnya kita bangun untuk hunian. Terintegrasi. Apalagi Pasar Palmerah kan tempatnya strategis, prime area ,” tukasnya. Lenny Tristia Tambun/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu