Kapolri Siap Dicopot Kalau Kasus Bom Adalah Rekayasa

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meluangkan waktu untuk menjelaskan kasus bom pressure cooker atau bom panci yang sedianya akan diledakan di istana oleh Dian Yulia Novi pada Minggu (11/12) namun digagalkan oleh Densus 88/Antiteror. “Ada yang bilang ini pengalihan isu berkaitan dengan sidang saudara Basuki Tjahaja Purnama. Saya jawab dengan tegas ini bukan pengalihan isu. Kenapa, karena, satu, saya sudah pengalaman dari tahun 1998 menangani kasus seperti ini. Rekan-rekan yang ada di Densus ini, Polri, bukan sutradara,” kata Tito usai Sertijab para Kapolda di Mabes Polri Jumat (16/12). Polri, lanjut Tito, tidak pernah belajar jadi sutradara. Para tersangka yang ditangkap juga bukan aktor, bukan aktris yang pandai memainkan drama. Sistem hukum Indonesia juga sangat terbuka. Siapa pun yang ditangkap dan diproses di peradilan yang ada, di mana ujungnya adalah peradilan, dan sidang berlangsung terbuka. “Semua orang bisa melihat bahkan merekam yang terjadi. Jadi sutradara Hollywood seperti apa pun, yang jago, tidak akan mampu dia merekayasa kasus seperti ini. Karena mereka bukan aktor, ngapain juga dia pasang badan seolah-olah mau ngebom . Ini nanti (pelakunya) ancaman bisa kena hukuman mati. Jadi sekali lagi, pengalihan isu tidak ada,” tegas Tito. Mantan Kadensus ini melanjutkan, pengungkapan kasus ini berdasarkan kerja keras. Kegiatan intelijen Densus yang memonitor terus 24 jam dan beruntung kasus seperti ini bisa digagalkan. “Tapi kita lihat di Samarinda terjadi peristiwa, Medan terjadi peristiwa, Thamrin terjadi peristiwa. Tapi bisa kita tangani setelah itu. Bagi saya, selaku pimpinan Polri, (kebobolan) kasus-kasus itu menurut saya kurang memuaskan, kegiatan intelijennya,” tambahnya. Mengapa anggotanya tidak bisa mendeteksi dan menggagalkan. Nah makanya saat, “adik-adik Densus bisa mendeteksi, bisa menggagalkan (bom istana). Saya apresiasi. Jadi tolong ya masyarakat jangan mudah terpengaruh, mudah berkomentar pengalihan isu.” “Kalau ada bukti bahwa ini rekayasa, tunjukkan buktinya. Saya akan melakukan tindakan tegas,” ujarnya. “Saya sendiri kalau ini rekayasa, saya siap dicopot!. Apa yang kami kerjakan adalah murni dari penyelidikan berbulan-bulan. Jadi ledakan (di istana) itu tidak terjadi, itu menyelamatkan masyarakat, dan kami tidak perlu pujian. Ini memang tugas kami. Nanti pahala yang kami dapat dari Yang Mahakuasa,” urainya. Farouk Arnaz/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu