Apa Saja Upaya Sudin Tata Air Cegah Genangan di Jakarta Utara?

Jakarta– Selama sepekan terakhir, wilayah DKI Jakarta diguyur hujan lebat. Hal ini menyebabkan genangan bahkan banjir di sejumlah wilayah, salah satunya yakni di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meskipun hujan turun merata dengan intensitas sedang, wilayah Jakarta Utara yang biasanya juga muncul genangan banjir, selama dua pekan terakhir ini tidak ada genangan berarti, baik karena hujan maupun banjir rob. Hal ini dapat dimungkinkan karena Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara dan Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya perbaikan saluran dan pembangunan sheet pile di sejumlah titik wilayah di Jakarta Utara untuk mencegah genangan banjir. “Kita memang selalu siaga 24 jam dan menyiapkan ‎berbagai upaya untuk memastikan agar tidak ada di wilayah Jakarta Utara tidak sampai ada genangan baik yang disebabkan karena air hujan atau pun rob,” ujar Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Herning Wahyuningsih, Rabu (24/8). Ia mengungkapkan, ‎pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan berbagai upaya dan kegiatan dengan menggerakkan sejumlah Satgas Tata Air ke sejumlah titik yang rawan genangan di wilayah kota administrasi Jakarta Utara. “Kita masih lakukan pengerukan long storage Karang Bolong Ancol hingga ke arah Pademangan, ‎kemudian peninggian saluran di Pluit Samudera, pembongkaran serta perbaikan turap yang roboh di Jalan Agung Permai Raya Sunter, dan pengerukan saluran penghubung lainnya yang tidak terkoneksi antara hulu dan hilirnya,” tambah Herning. Selain saluran air, ujarnya, mesin pompa juga menjadi perhatiannya, baik yang dikelola oleh Suku Dinas Tata Air‎ Jakarta Utara, Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta, maupun BBWSCC Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Saat ini rumah pompa yang masih bermasalah di Jakarta Utara hanya ada di rumah pompa Sindang Koja, dan itu sekarang sedang dalam perbaikan dan diharapkan salah satu unit pompanya akan selesai pada akhir Agustus 2016,” ‎katanya. Di Jakarta Utara terdapat 98 unit mesin pompa yang berada di 34 lokasi rumah pompa yang tersebar di seluruh enam wilayah kecamatan, 14 rumah pompa dikelola Sudin Tata Air Jakut, sisanya dikelola Dinas Tata Air, BBWSCC, dan Swasta. Ia juga mengungkapkan, para pekerja juga terus melakukan pengerukan lumpur dan pembongkaran inrit bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di tingkat Kelurahan. Beberapa kegiatan pembongkaran dan pembuatan saluran inrit baru yang menjadi ‎prioritas, di antaranya pembangunan saluran di sepanjang lahan Stadion BMW, pengerukan saluran di wilayah Sunter Jaya perbatasan dengan Jakarta Pusat, pengerukan di wilayah Sukapura dan Rorotan (Kecamatan Cilincing), maupun pengerukan saluran penghubung di sejumlah lokasi di Kecamatan Penjaringan. “Memang ini yang menjadi salah satu sumber persoalan munculnya genangan air di Jakarta Utara, banyak bangunan yang berdiri di atas saluran air maupun di bantaran kali sehingga menyebabkan sangat cepatnya terjadi pendangkalan karena sampah atau pun ‎saluran yang sulit diperbaiki,” jelas Herning. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, hujan besar yang melanda wilayah DKI Jakarta menyebabkan sejumlah genangan bahkan satu korban jiwa akibat longsor dan tanggul jebol di Pondok Labu, Kali Krukut yang meluap, luapan Kali Cipinang. Pihak Polda Metro Jaya juga sudah menyatakan ada perubahan titik pola pergeseran Banjir yang biasanya terkonsentrasi di wilayah Kampung Pulo, Jakarta Timur sekarang justru rentan terjadi di wilayah Jakarta Selatan seperti Pondok Labu, Pesanggarahan, Mampang Prapatan, dan Petogogan. Carlos Roy Fajarta/BW Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu