Kapolda Sebut Penangkapan 11 Orang Sesuai Prosedur

Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, menilai, penangkapan 11 orang menjelang Aksi Super Damai 2/12 sudah sesuai prosedur hukum. Penangkapan tersebut, dilakukan karena ada dugaan tindak pidana. “Sudah sesuai prosedur. Ini bagian upaya kita untuk mencegah dan menindaklanjuti laporan yang masuk karena ada dugaan perbuatan melanggar KUHP,” ujar Iriawan di Jakarta, Senin (5/12). Kapolda juga memastikan, perihal penangkapan ke 11 orang tidak ada yang salah. “Dalam proses KUHP kan itu ada, penangkapan satu kali 24 jam boleh dilakukan Polri,” tegasnya. Bahkan sebelum melakukan penangkapan, lanjut Kapolda, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk ke jajaran TNI dan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Teddy Lhaksmana. “Sudah ada koordinasi, jadi tidak ada masalah. Ini kan untuk kepentingan penegakkan hukum,” tambah Iriawan. Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno, memberikan komentar senada. Menurutnya, penangkapan mereka sudah sesuai perundangan yang berlaku. “Saya pribadi menilainya, langkah ini (penangkapan) dilakukan secara arif dan bijaksana, dan semuanya didasarkan pada perundang-undangan yang berlaku,” katanya. Seperti diketahui, polisi menangkap 11 orang di tempat terpisah dengan waktu penangkapan berbeda sejak Jumat (2/12) dinihari antara pukul 03.30 sampai pukul 05.00 WIB. Delapan diantaranya dijerat pasal pemufakatan makar, satu orang dijerat pasal penghinaan presiden dan dua orang dijerat UU ITE. Mereka adalah musisi Ahmad Dhani, Eko Suryo Santjojo, Brigjen Pol (Purn) Adityawarman Thahar, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Alvin Indra, Jamran, Rizal Kobar dan Mayjen (Purn) Kivlan Zein. Setelah menjalani pemeriksaan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, tiga orang masih ditahan dan sisanya di pulangkan, termasuk Kivlan Zein. Kivlan keluar sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (3/12) dini hari. Feriawan Hidayat/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu