Bandara Tjilik Riwut, Gerbang Masuk Calon Ibu Kota Baru

Solid Gold Palangka Raya Akses terdekat untuk menjangkau kota Palangka Raya adalah melalui udara. Bandara Tjilik Riwut menjadi satusatunya pintu gerbang udara yang ada di kota ini. Hal tersebut membuat keberadaan bandara ini sangat vital bagi lalu lintas orang yang ingin datang dan keluar dari Palangka Raya.

Bandara ini terletak di atas ketinggian 40 meter di atas permukaan laut, dengan panjang landasan pacu 7.230 meter dan lebar 2.600 meter. Bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1973, sejak diserahterimakan pengelolaannya dari Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI.

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, seperti ditulis Selasa (18/7/2017), saat baru saja tiba di bandara, anda akan disuguhkan oleh sekilas tentang Provinsi Kalimantan Tengah. Terdapat dua buah maket yang memberikan informasi mengenai potensi dan peluang investasi yang ada di Provisi terluas kedua di Indonesia ini. Mulai dari perkebunan, perikanan hingga tambang.
Saat ini, maskapai yang terbang menuju bandara ini hanya diisi oleh dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Lion air. Luas terminal yang hanya mampu menampung sekitar 300400 orang membuat ruang kedatangan tampak sangat ramai apabila pesawat baru saja menurunkan penumpangnya.

Maklum saja, meski menjadi bandara terbesar yang ada di Kalimantan Tengah, namun luas Bandara Tjilik Riwut masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan bandarabandara di kota besar lainnya di Indonesia.

Fasilitas yang ada di bandara ini di antaranya counter check in, ruang tunggu, mushala, toilet, dan beberapa tenan lokal yang menyajikan oleholeh khas Kalimantan Tengah. Namun seluruhnya masih dalam kondisi minim.
Hal ini membuat bandara dengan nama Gubernur pertama Kalimantan Tengah tersebut sedang dalam pengembangan. Perluasan Bandara Tjilik Riwut masuk ke dalam salah satu proyek strategis nasional dan menelan dana hingga Rp 300 miliar.

Landasan pacu di bandara ini akan di perpanjang menjadi 3.000 by 45 meter (9.843 × 148 ft) dan penambahan landasan sepanjang 3.000 m. Terminal baru Bandara Tjilik Riwut juga sedang dibangun dengan luas 15.553 meter persegi dengan tingkat dua dan dapat menampung penumpang sebanyak lebih dari 1.000 orang.

Kapasitas penumpang di Bandara Tjilik Riwut saat ini sekitar 300400 orang. Sedangkan penumpang keluarmasuk ratarata per hari mencapai sekitar 3.000 orang. Adapun perluasan Bandara Tjilik Riwut saat ini masih terus berlangsung dan ditargetkan tahun ini bakal segera dapat digunakan.