Jembatan Kahayan Melintas di Atas Sungai Terbesar Palangka Raya

Solid Gold Palangka Raya Jembatan Sungai Kahayan menjadi salah satu landmark (icon) Kota Palangka Raya. Jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto di tahun 1995, dan diresmikan pada tahun 2001.

Sejak didirikan, Jembatan Sungai Kahayan memiliki banyak manfaat bagi warga Kota Palngka Raya dan sekitarnya. Selain memudahkan menghubungkan Kota Palangka Raya dengan 3 kabupaten sekitarnya, Jembatan Sungai Kahayan juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata.

Seperti namanya, Jembatan Sungai Kahayan terbentang di atas Sungai Kahayan dengan panjang 640 meter dan lebar 9 meter.

Sungai Kahayan sendiri merupakan salah satu sungai terbesar di Pulau Kalimantan. Luasnya mencapai 81.648 km2, panjang 600 km, lebar 500 meter, dan kedalamannya mencapai 7 meter. Selain bermuara di 3 kabupaten antara kota Palangka Raya, kabupaten Gunung Mas, dan kabupaten Pulang Pisau, akhir dari sungai ini berakhir di laut Jawa.
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinanceFoto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Kehadiran Jembatan Sungai Kahayan sontak menjadi objek wisata dadakan bagi warga Kota Palangka Raya saat itu. Masyarakat sering memanfaatkan dengan sekedar nongkrong di Jembatan, sekedar menikmati pesona keindahan Sungai Kahayan dari atas.

Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat tak lagi boleh berhenti di badan jembatan demi alasan keamanan. Masyarakat biasa memanfaatkan waktunya dengan bersantai di bawah Jembatan, sekedar menanti senja di pinggir Sungai Kahayan.

Pada malam hari, jembatan ini dipenuhi oleh lampu warnawarni yang membuat kota Palangka Raya begitu indah dinikmati saat malam hari.

Adanya Jembatan Kahayan juga berpengaruh pada penarik ojek kelotok (perahu bermesin) di sungai, karena bisa memanfaatkan indahnya Jembatan Kahayan sebagai salah satu objek ekowisata saat menyusuri Sungai Kahayan.