Liga Champion: Ini Dia Taktik UEFA Tekan Rakusnya Klub-Klub Elite Eropa!

UEFA ingin membatasi pergerakan Barcelona, Real Madrid, Bayern Munchen, dan klub selevel mereka yang kerap membeli bintang muda tanpa perhitungan. Badan sepakbola Eropa itu siap membuat aturan pembatasan skuat, hingga pengetatan transfer sehingga perbedaan kekuatan klub besar dan klub gurem bisa mengecil.
Sepakbola sedang menggelinding besar ke sebuah industri yang konon hanya berpihak kepada klub-klub kaya. Di satu sisi ada Liga Inggris dengan gelimang uang yang membuat klub peringkat 20 mereka, bisa membeli pemain bintang. Tetapi di sisi lain, bahkan klub-klub papan tengah Liga Spanyol saja belum tentu bisa bersaing dengan klub terburuk Premier League. Apalagi klub-klub dari Liga Rumania, Liga Wales, dan liga-liga yang lebih kecil.
UEFA melihat klub-klub elite Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen begitu leluasa membeli pemain muda dari klub-klub gurem, lantas mengakali batasan jumlah pemain dalam skuat, dengan meminjamkan anak-anak ini ke berbagai klub kecil. Fakta lain, Ajax Amsterdam dan Benfica, yang dahulunya tergolong klub raksasa, tak bisa bertarung ketika tiba dalam urusan uang. Mereka belakangan malah jadi klub penggembira saja; tak bisa mengalahkan dominasi klub-klub kaya.

Oleh karenanya, UEFA menilai butuh tindakan ekstra untuk mengatasi permasalahan ini. Presiden Alexander Ceferin menuturkan, Kita harus menjajal mekanisme baru seperti luxury tax, dan dalam urusan olahraga, kita bisa bekerja soal batas maksimal skuat dan aturan transfer yang fair, untuk menghindari menumpuknya talenta dalam beberapa klub elite saja.
Kita harus melihat apakah bursa transfer yang dioperasikan sekarang adalah yang terbaik yang bisa dilakukan (di dunia sepakbola? Kita tidak boleh ragu-ragu menyentuh permasalahan ini.
Ceferin menyebutkan, UEFA sangat serius soal menjaga agar kekuatan sepakbola merata, tidak seperti saat ini, ketika klub-klub elite Eropa terlalu berkuasa, sementara klub-klub lain tidak bisa berbuat banyak. Katanya, Kita tidak bisa membiarkan kehebatan beberapa klub untuk menutupi dan menenggelamkan klub-klub lain. Jika kita membiarkan ini, perbedaan akan semakin besar.
Kita menghadapi ancaman bahwa dalam struktur piramida sepakbola, mereka yang ada di bawah mulai tidak stabil karena dunia hanya fokus pada bagian puncak saja; dan kebijakan kami (UEFA) harus menunjukkan bahwa kami menghargai seluruh piramida ini (bukan puncaknya saja, sehingga sewaktu-waktu piramida ini bakal kolaps).

newenglandsportscountry.com www maindulu com Sumber: Sidomi